RSS

Father and Son

22 Feb

Jum’at 24 Pebruari 06 yang lalu, saya leyeh-leyeh sambil nonton acara yang mirip-mirip penyerahan Piala Oscar di negeri Paman Sam. Pada acara British Academy Film Award (BAFTA) 2006, Stephen Frey yang diminta untuk menjadi presenter membuka acara dengan gaya dan suasana santai. Setelah berbasa-basi mengucapkan “Selamat Malam dan Selamat Datang”, Frey mengatakan bahwa “keramahtamahan dan kesopanan anda pada malam ini merupakan bukti keberhasilan Ibu anda”.

Tidak ada yang tertawa dan tidak ada yang “ngeh” dengan ucapan Frey.  Saya yang bukan artis dan tidak ada hubungan dengan BAFTA malah ”semriwing” mendengar ucapan Frey. Dalam bahasa dan kalimat yang berbeda – tetapi mempunyai makna yang sama –  31 tahun yang lalu bapak saya pernah mengucapkan kalimat itu kepada saya.

Masa kecil saya tidak jauh berbeda dengan anak-anak lain. Seperti anak-anak sekolah dasar, saya ikut permainan apa saja : main kelereng, layangan, sepak bola. Saat Ramadhan biasanya saya juga nggak mau kalah untuk bersama teman membuat dan main meriam bambu. Tetapi permainan yang tidak akan pernah saya lupakan adalah ketapel, atau kalau dalam bahasa Jawa disebut plintengan.

Saya mencoba meringkas kehidupan saya dari balita sampai dengan remaja adalah sebagai berikut : clingus (pemalu dan malu-maluin), ngglidik (nakalnya anak tingkat sekolah dasar), ndugal (nakalnya anak-anak tingkat SLTP) dan kurang ajar (nakalnya anak tingkat SLTA).

Gara-gara main ketapel, saya tidak pernah lupa dengan hukuman yang saya terima dari bapak saya. Pernah suatu saat ketapel saya mengenai dan memecahkan kaca rumah. Karena yang melakukan saya,  sangat tidak mungkin saya lempar batu sembunyi tangan. Saya segera masuk rumah dan melapor kepada bapak saya bahwa saya lah yang telah memecahkan kaca, mengaku salah, dan minta maaf. Tidak lupa saya memberi ”bonus” kepada bapak saya ”saya siap dihukum”.

Barangkali melihat ”kejantanan” saya, bapak saya ”hanya” menghukum saya untuk menulis indah kalimat ”Saya tidak akan main ketapel lagi” sebanyak seratus kali. Jujur saja, hukuman itu sangat ringan. Sambil bersantai-santai saya menyelesaikan tugas menulis indah dalam waktu 2 jam.

Saya kembali melapor dan menyerahkan tugas kepada bapak saya. Setelah diperiksa, bapak saya memasukkan ”kerajinan tangan” saya tersebut dalam amplop bersama-sama dengan surat yang ditulis oleh bapak saya. Kemudian bapak saya menjelaskan bahwa saya harus menyerahkan ”tulisan indah” saya dan surat dari bapak saya kepada wali kelas saya. Sebagai bukti bahwa saya telah menyerahkan surat tersebut adalah tanda terima dari wali kelas.

Kontan saja saya menyatakan ”banding” dan ”kasasi” atas hukuman tambahan tersebut. Saya mengatakan sangat malu kalau harus menyerahkannya kepada wali kelas. Menanggapi ”banding” dan ”kasasi” dari saya, apalagi mendegar alasan saya yang malu, mendadak bapak saya tertawa terbahak-bahak.

Sambil mbujuki saya untuk mempunyai keberanian menyerahkan surat tersebut, bapak saya bilang bahwa ”dengan menyerahkan surat tersebut kepada wali kelasmu, seharusnya bapak yang malu. Bapak tidak hanya menunjukkan kenakalanmu kepada wali kelasmu, tetapi bapak juga menunjukkan kegagalan sebagai orang tua mendidikmu.”

Saya memang kemudian menyerahkan surat tersebut kepada wali kelas dan menunjukkan tanda terima dari wali kelas kepada bapak saya. Saya harus menyatakan rasa terima kasih kepada bapak saya karena telah mengajarkan saya untuk hidup menjadi manusia yang terhormat, berani dan mampu bertanggung jawab dan pantang membuat malu orang lain.

Pamulang, 26 Pebruari 2006

Salam,

Wisanggeni

 
2 Comments

Posted by on February 22, 2011 in Selasar

 

2 responses to “Father and Son

  1. rusyin

    February 1, 2012 at 9:14 am

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,

    Selamat Pagi, Waduh huebat dan enak benar ditelaahnya, sayang baru sempat sedikit, dan kebetulan dapat yang menyentil juga nih.

    Gak tahunya waktu kecil bandel juga ya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: