RSS

Corporate Culture (1)

06 Apr

Di kalangan akademisi dan praktisi manajemen, sesungguhnya tidak ada lagi  keragu-raguan atas jawaban dari tiga pertanyaan sebagai berikut:

1.                   Apakah budaya organisasi mempunyai hubungan dan pengaruh terhadap  kinerja organisasi?

2.                   Apakah budaya organisasi dapat mendukung organisasi untuk membangun,  mempertahankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif?

3.                   Apakah budaya organisasi dapat mendukung organisasi untuk bertahan, tumbuh dan berkelanjutan?

Keberadaan budaya organisasi seharusnya memberikan dampak kepada setiap organisasi, baik yang berorientasi pada laba maupun nirlaba. Secara umum, dampak organisasi budaya yang diharapkan adalah pertama, mampu mendukung proses dan kinerja organisasi menjadi lebih baik;  kedua mampu mendukung keunggulan kompetitif organisasi; dan ketiga mampu mendukung organisasi untuk bertahan, tumbuh dan berkelanjutan.

Hasil riset dan studi tentang hubungan dan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja organisasi menunjukkan bahwa budaya organisasi merupakan salah satu faktor yang mendukung kinerja unggul dari suatu organisasi. Hasil studi dari Tom Peters dan Waterman menempatkan shared values merupakan inti dari Model 7-S McKinsey (Strategy, Structure, System, Shared Values, Skills, Staff, Style).

Efektivitas pengelolaan suatu organisasi dipengaruhi oleh keselarasan ketujuh S tersebut. Bahkan dalam buku In Search of Excellence, Peters dan Waterman menegaskan bahwa soft variables (shared values, skills, staff dan style) berperan lebih besar terhadap keberhasilan manajemen perubahan dalam suatu organisasi. Dalam proses perubahan, budaya organisasi adalah unsur yang relatif sulit untuk diubah. Untuk mengimplementasikan strategi, struktur dan proses internal bisnis membutuhkan budaya organisasi yang sesuai. Charles Handy juga menegaskan bahwa  setiap proses internal bisnis yang berbeda juga membutuhkan budaya organisasi yang berbeda.

Di ranah praktis, para praktisi manajemen sepakat bahwa budaya organisasi mempengaruhi dan mendukung keunggulan kompetitif organisasi dan mendukung organisasi untuk bertahan, tumbuh dan berkelanjutan. Apel Incorporation dan Intel Incorporation adalah contoh perusahaan yang melejit mengungguli perusahaan-perusahaan kompetitor mereka melalui innovative culture.

Definisi Budaya Organisasi

Dalam bukunya yang berjudul Organizational Culture and Leadership, Schein  (1991) mendefinisikan “culture is a pattern of basic assumption invented, discovered, or developed by given group as it learns to copy with is problem of external adaptation and internal integration – that has worked well enough to be considered valid and, therefore, to be taught to new members as the correct way to perceive, think and feel in relation to those problems.”

Peter F. Drucker mendefinisikan organizational culture kurang lebih seperti definisi dari Schein. Dalam buku Organizational Behavior in Education (Robert G. Owens, 1991), Drucker mendefinisikan budaya organisasi sebagai berikut : “organizational culture is the body of solutions to external and internal problems that has worked consitently for a group and that is therefore taught to the new members as the correct way to perceive, think about, and feel in relation to those problems.”

Mengapa Budaya Organisasi?

Budaya organisasi diadakan dan ditampilkan dalam profil organisasi bukan sekedar untuk tampil wah dan mendapatkan pujian dari pihak lain. Definisi budaya organisasi dari Schein dan Drucker menunjukkan bahwa budaya organisasi bukan sekedar kumpulan istilah yang indah tetapi tidak dipahami, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.

Menjadi lelucon yang tidak lucu jika kemudian ada organisasi yang sekedar mencomot nilai-nilai dari Rasulullah Muhamad SAW tetapi sejatinya nilai-nilai tersebut tidak dipraktekkan dalam proses kerja dan hubungan antarmanusia di dalam organisasi tersebut. Seperti diketahui,  Rasulullah Muhammad SAW memiliki dan mempraktekkan nilai-nilai yang disingkat FAST (Fathonah, Amanah, Sidiq, Tabligh). Bagi organisasi yang merasa memiliki dan mempraktekkan nilai-nilai FAST mencoba “mengotak-atik” bahwa nilai-nilai FAST sesungguhnya menjadi prinsip-prinsip dasar good corporate governance (tata kelola organisasi yang baik), yaitu transparancy, integrity, accountability, responsibility.

Manfaat dari budaya organisasi antara lain adalah menjadi pedoman dalam proses pengambilan keputusan, memberikan identitas bagi seluruh anggota organisasi, memperkuat komitmen anggota organisasi, menjadi pedoman bagi anggota organisasi untuk bersikap dan berperilaku, dan menjadi dasar

Dimensi Budaya Organisasi.

Budaya organisasi mempunyai hubungan dan pengaruh terhadap proses bisnis dan proses kerja, antara lain dalam hal pengambilan keputusan (sentralisasi atau desentralisasi), tingkat toleransi terhadap risiko (rendah atau tinggi), sistem penghargaan (individual atau tim), prosedur kerja (formal atau informal), proses kerja sama (kompetisi atau kerjasama tim), loyalitas terhadap organisasi, orientasi perencanaan (jangka panjang atau jangka pendek), orientasi terhadap perubahan (stabilitas atau inovasi).

Dalam bukunya Organizational Behavior (Stephens P. Robbins, 2007) menjelaskan bahwa setiap budaya organisasi memiliki dimensi seperti dijelaskan pada gambar 2 sebagai berikut :

KISS.

Salah satu kelemahan dalam perumusan budaya perusahaan adalah njelimet  dan “muluk-muluk” (menggunakan istilah bahasa asing yang hanya enak didengar telinga, tetapi sulit dipahami oleh sebagian besar anggota organisasi, apalagi untuk dilaksanakan, bahkan oleh pemimpin yang merumuskan budaya organisasi).

Inti dari keberadaan budaya organisasi adalah bermanfaat bagi organisasi dan seluruh anggota organisasi. Apapun isi dan rumusan budaya organisasi, harus mudah dipahami dan semua anggota organisasi memiliki komitmen dan konsisten melaksanakan budaya organisasi. Karena itu, KISS (keep it simple and short).

Saya masih ingat bagaimana seorang Direktur Utama yang juga salah satu pendiri perusahaan mensoalisasikan budaya perusahaan. Untuk menjelaskan bahwa perusahaan memiliki nilai-nilai menghargai manusia dan integritas, beliau mengatakan sebagai berikut “siapa yang bodoh dipintarkan, siapa yang kurang ditambah, siapa yang curang ditendang.”

Perumusan budaya organisasi dalam profil perusahaan boleh-boleh saja ruwet dan njelimet. Tetapi dalam proses sosialisasi dan internalisasi, budaya perusahaan yang disampaikan secara sederhana dan singkat akan lebih mudah dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.

Tantangan Bagi Organisasi

Bagi organisasi, masalah sesungguhnya tidak lagi berhenti pada what dan why. Di tingkat praktis tidak diperlukan definisi tentang budaya organisasi dan mengapa organisasi membutuhkan budaya organisasi untuk memperbaiki kinerja organisasi dan mempertahankan keunggulan kompetitif organisasi? Tantangan yang di hadapi organisasi adalah how. Bagaimana cara memanfaatkan budaya organisasi untuk meningkatkan kinerja organisasi dan keunggulan kompetitif organisasi?

Sepengetahuan saya, tidak ada pedoman baku untuk menerapkan budaya organisasi untuk tujuan meningkatkan kinerja dan keunggulan kompetitif organisasi. Memang ada  best practice yang pernah dilakukan oleh beberapa organisasi yang berhasil meningkatkan kinerja dan keunggulan kompetitif. Tetapi budaya organisasi selalu memiliki konteks, proses dan konten yang spesifik dan berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Mungkin salah satu pendekatan praktis untuk memanfaatkan budaya organisasi sebagai pendukung kinerja organisasi dan keunggulan kompetetif perusahaan adalah pendekatan Competing Values Framework dari Cameron dan Quinn (bersambung).

Bumi Serpong Damai, 18 Maret 2011

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2011 in Management

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: