RSS

Nilai Transfer Pesepakbola

08 Jun

Akhirnya Michael Neuer, saat ini penjaga gawang nomor 1 timnas sepakbola Jerman, berlabuh ke klub Bayern Muenchen. Setelah melalui perundingan alot dan panjang, Schalke 04 dan Bayern Muenchen sepakat jual beli pemain di angka 15 juta Euro. Apakah harga itu layak untuk seorang Michael Neuer (sebelumnya Schalker mematok harga tranfer Neuer adalah 25 juta Euro)? Tulisan ini berusaha menjelaskan harga pesepakbola yang pada umumnya dapat dibedakan menjadi harga obyektif dan harga subyektif.

Jika orang yang ditanya adalah Oliver Khan – mantan penjaga gawang timnas sepakbola Jerman dan klub Bayern Muenchen – pasti bilang terlalu mahal. Khan bahkan sudah mengingatkan para petinggi Bayern Muenchen untuk tidak bertindak ceroboh memboyong Neuer dengan harga terlalu tinggi. Sebab, musim panas 2012 kontrak Neuer dengan Schalke 04 akan berakhir. Sesuai dengan aturan yang berlaku di FIFA, pemain yang berakhir kontraknya dengan sebuah klub berada dalam status bebas transfer. Artinya, asalkan mau sabar sebentar, Bayern dapat memiliki Neuer tanpa harus mengeluarkan uang sepersenpun.

Apa yang disarankan Khan adalah benar. Hanya saja, situasinya tidak ceteris paribus. Masih banyak klub sepakbola lain yang berminat memboyong Neuer. Klub Manchester United sudah pasti harus mencari pengganti Edwin van der Saar yang sudah menyatakan pensiun pada akhir musim kompetisi 2010/2011. Calon yang digadang-gadang pantas menggantikan van der Saar adalah Neuer dan David de Gea (penjaga gawang utama klub Atletico Madrid, Spanyol).

Dalam situasi ini, berlaku “teori gek-gek” atau “teori jangan-jangan”. Saat ini klub Bayern dan MU sama-sama butuh penjaga gawang utama. Meskipun tahu bahwa musim depan Neuer pasti akan berada dalam status bebas kontrak, sulit bagi Bayern untuk mengabaikan fakta bahwa ada MU yang juga sangat membutuhkan penjaga gawang utama dan sangat berminat kepada Neuer. Nah ini dia, jangan-jangan MU berhasil memboyong Neuer.

Probabilitas itu pasti ada, meskipun tidak ada satu orangpun yang dapat memastikan tingkat probabilitas kepindahan Neuer ke MU. Neuer memang pernah menyatakan tidak terlalu tertarik kepada MU. Secara psikologis, Neuer lebih merasa nyaman bergabung dengan Bayern yang secara tradisi selalu memiliki pemain yang bermain untuk timnas Jerman. Toh peribahasa sudah mengatakan bahwa birds of a feather flock together. Tetapi, apa yang tidak mungkin di dunia dan dalam sepakbola? Seorang perjaka imut-imut bisa saja tertarik dengan janda kembang tetapi kaya raya. Harga transfer dan gaji dapat membuat seorang pesepakbola berubah pendirian.

Yang sudah pasti, Schalke 04 dalam posisi untung. Meskipun Schalke 04 sempat bertahan pada angka 25 juta Euro, merelakan Neuer hijrah ke Bayern dengan harga 15 juta Euro tidak bisa dibilang rugi. Di sini berlaku teori time value of money. Semakin mendekati akhir musim panas tahun 2012, Schalke semakin berisiko kehilangan Neuer tanpa mendapatkan uang sepeserpun.

Schalke 04 hanya memiliki kesempatan mentransfer Neuer pada musim panas 2011 dan musim dingin 2012 (pada bulan Januari, biasa disebut sebagai “jendela transfer”). Sudah pasti harga Neuer pada jendela transfer akan lebih rendah dibandingkan jika ditransfer pada musim panas saat ini. Jadi, dalam proses transfer Neuer, bargaining position dan bargaining power Schalke 04 tidak lebih baik dibandingkan Bayern.

Schalke 04 mungkin belajar dari klub Werder Bremen yang melego Mezut Oezil ke klub Real Madrid. Pada saat itu, bargaining position dan bargaining power Bremen relatif mirip dengan Schalke 04. Meskipun Bremen sangat membutuhkan Oezil, Bremen lebih rela kehilangan Oezil. Sulit bagi Bremen menolak tawaran Real Madrid yang bersedia menebus Oezil dengan harga transfer 15 juta Euro. Daripada melepas Oezil dalam status bebas transfer, Bremen memilih menerima 15 juta Euro. Jumlah uang yang relatif cukup untuk membeli satu atau dua pemain baru yang levelnya di bawah Oezil.

Uraian di atas menjelaskan proses pembentukan harga seorang pesepakbola dari sisi kedua klub. Bargaining position dan bargaining power klub-klub pesepakbola yang memperebutkan seorang pesepakbola akan membentuk harga subyektif. Harga seorang pemain sepakbola juga dibentuk oleh kualifikasi pesepakbola itu sendiri dan harga yang disepakati relatif lebih obyektif.

Ada beberapa variabel yang membentuk harga obyektif pesepakbola, yaitu kualifikasi pesepakbola (kemampuan teknis, fisik dan stamina, dan mentalitas), kinerja pada dua tahun terakhir (minimal satu tahun terakhir), sisa jangka waktu kontrak dengan klubnya saat ini, dan umur.

Kemampuan Teknis, Fisik dan Stamina, dan Mentalitas.

Harga transfer Zinedine Zidane dan Christiano Ronaldo dihargai sangat mahal karena kedua pemain tersebut memiliki kemampuan teknis, fisik dan stamina, dan mentalitas terbaik pada masanya. Real Madrid memboyong Zidane dari Juventus dengan harga 76 juta Euro. Sekali lagi Real Madris memecahkan rekor transfer Ronaldo dari MU dengan harga 94 juta Euro (senilai Rp. 1,3 triliun)

Real Madrid juga mendapatkan kontribusi yang pantas dari Zidane dan Ronaldo. Zidane menyumbang beberapa gelar untuk Madrid. Ronaldo memang baru memberikan gelar hiburan Copa del Rei untuk Madrid, tetapi kinerjanya di Madrid dua musim terakhir menunjukkan kualitas teknis, fisik dan stamina dan mentalitas Ronaldo.

Sesungguhnya, Ricardo Kaka (playmaker timnas sepakbola Brazil) juga pesepakbola hebat. Harga transfer Kaka relatif “jatuh” karena faktor fisik dan stamina (Kaka relatif lebih rentan terhadap cidera). Meskipun kualifikasi teknis dan mental Kaka dapat diandalkan, faktor fisik dan staminanya diragukan. Faktor teknis dan mental tidak bermanfaat apapun ketika seorang pesepakbola dalam kondisi cidera atau rentan terhadap cidera. Klub akan menghadapi risiko kehilangan kesempatan untuk memainkan pesepakbola yang rentan terhadap cidera dalam level kompetisi tinggi dan ketat.

Tidak ada yang meragukan kemampuan teknis, fisik dan stamina Mario Balotelli. Itulah sebabnya klub Manchester City rela menggelontorkan dana sejumlah 29 juta Euro untuk menebus Balotelli dari Inter Milan. Sayang sekali kemampuan mental Balotelli tidak berkembang sebagaimana mestinya seorang pesepakbola profesional. Di luar dan di dalam lapangan sepakbola Baloteli sama saja, selalu bertingkah dan membuat onar. Tidak jarang Balotelli mendapat kartu merah yang sangat merugikan timnya. Saat ini, tidak ada klub yang berminat terhadap Balotelli.

Kinerja.

Sebelum memperkuat timnas sepakbola Jerman, Mezut Oezil “hanya” seorang pesepakbola di klub Werder Bremen. Kesempatan bermain di timnas juga diwarnai oleh “keberuntungan”, yaitu saat beberapa pemain senior timnas Jerman (terutama gelandang) didera cidera. Joachim Loew, pelatih timnas Jerman, tidak memiliki pilihan lain kecuali memainkan beberapa pemain muda, salah satunya adalah Mezut Oezil.

Oleh para pelatih dan pemerhati sepakbola, penampilan Oezil di Piala Dunia 2010 yang lalu dinilai luar biasa. Oezil bahkan menjadi salah satu ruh dari timnas Jerman untuk PD 2010. Kinerjanya yang luar biasa berdampak pada proses pembentukan harga transfer. Setelah PD 2010, harga Oezil meningkat menjadi 15 juta Euro (pada tahun 2008 Bremen membeli Oezil “hanya” 4,25 juta Euro). Jika mengingat bahwa musim panas 2011 kontrak Oezil dengan Werder Bremen berakhir, harga transfer Oezil termasuk luar biasa.

Boleh jadi kinerja Oezil yang luar biasa di PD 2010 bukan satu-satunya variabel yang mempengaruhi pembentukan harga transfer. Usia Oezil memang relatif muda, tetapi Oezil sudah menunjukkan kematangan dan prestasi di level tertinggi. Faktor usia muda jelas merupakan value added, sebab klub yang memakainya berkesempatan untuk memanfaatkan kontribusinya untuk jangka panjang. Sementara dari sisi kemampuan teknis, fisik dan stamina, dan mental, Oezil sudah membuktikan di tingkat klub dan timnas Jerman.

Jangka Waktu Kontrak.

Jangka waktu kontrak pesepakbola dengan sebuah klub juga mempengaruhi harga transfer. Sehebat apapun kemampuan teknis, fisik dan stamina, dan mental dan secemerlang apapun kinerja seorang pesepakbola dalam dua tahun terakhir, klub-klub sepakbola tetap mempertimbangkan jangka waktu kontrak.

Dengan asumsi kemampuan teknis, fisik dan stamina, dan mental, serta kinerja pesepakbola dalam kondisi terbaik, berlaku aturan tidak terlulis sebagai berikut (i.) semakin lama jangka waktu kontrak pemain dengan sebuah klub, maka semakin tinggi harga transfer; (ii.) dan semakin pendek jangka waktu kontrak atau sisa waktu kontrak, maka semakin rendah harga transfer. Transfer Michael Neuer dan Mezut Oezil adalah contoh yang menjelaskan kedua hipotesa tersebut.

Tentu saja hipotesa tersebut tidak selalu demikian. Kemampuan teknis, fisik dan stamina, dan mental Rafael van der Vaart (biasa dipanggil VdV) relatif baik, tetapi tidak cocok dengan strategi kepelatihan Jose Mourinho. Real Madrid yang sudah “inflasi” gelandang, terpaksa “banting harga” pada saat window transfer 2011 dan melepas VdV ke Tottenham Hotspur. Semula Madrid mematok harga pasar VdV 18 juta Euro, tetapi Spurs berhasil menebusnya dengan harga 8 juta Euro saja.

Umur.

Menjadi pesepakbola profesional harus paham peribahasa “habis manis sepah dibuang”. Perbedaan antara seorang pahlawan dan pecundang relatif tipis. Faktor umur dapat menempatkan seorang pesepakbola dalam bargaining position dan bargaining power yang relatif lemah dibandingkan dengan klub. Pengecualian berlaku hanya untuk seorang penjaga gawang yang masih mampu beprestasi di usia 40 tahun.

MU, atau lebih tepat Ferguson, melepas David Beckham dan Roy Keane seolah-olah keduanya sudah tidak berharga lagi untuk MU. Padahal, dari segi usia, David Beckham dan Roy Keane sepantaran dengan Paul Scholes, Ryan Giggs, Gary Neville yang sampai musim kompetisi 2010/2011 ini masih bermain untuk MU.

Andrea Pirlo tak mampu menahan isak tangis ketika harus berpisah dengan AC Milan yang sudah dibelanya hampir 10 tahun. Selama memperkuat Pirlo sudah memberikan kontribusi kepada AC Milan meraih 2 kali Piala Champion dan Juara Liga Italia. Pada akhir musim kompetisi 2010/2011 kontrak Pirlo dengan Milan berakhir. Mengingat Pirlo sudah berusia 31 tahun, Milan hanya bersedia menawarkan kontrak perpanjangan 1 tahun. Pirlo menghendaki jangka waktu kontrak minimal 2 tahun. Karena tidak ada kesepakatan, Pirlo meninggalkan Milan, dan Milan merasa tidak kehilangan Pirlo yang telah membantu Milan meraih beberapa piala.

Proforma Financial Statement.

Penetapan besaran gaji dan harga transfer pesepakbola profesional sangat dinamis dan fluktuatif. Hal yang menarik adalah sebuah klub sepakbola profesional seperti FC Arsenal dan MUFC dapat menyusun proyeksi laporan keuangan berdasarkan prediksi besaran gaji dan harga pesepakbola setiap pemain.

Sesuai standar peraturan FIFA, setiap klub memiliki 25 pemain untuk tim utama (kadang-kadang disebut tim A) dan tim pelapis (tim B) yang juga berjumlah 25 pemain. Masing-masing pemain tersebut sudah memiliki harga pasar dan setiap tahun selalu terjadi perubahan harga pemain, naik atau turun.

Dengan demikian, return of investment dari manajemen talenta sebuah klub sepakbola sangat mudah diukur. Proses manajemen talenta di sepakbola dimulai dari pembibitan, pembinaan, latihan, dan pertandingan. Melalui keempat proses utama tersebut terbentuk harga gaji dan prediksi harga transfer seorang pesepakbola.

Arsenal dikenal sebagai klub yang sangat berhasil dalam proses manajemen talenta. Bahkan, Arsenal memiliki data umur setiap pemain muda yang sudah menjadi incarannya. Begitu pemain muda tersebut sudah berusia 16 tahun + 1 hari, Arsenal sudah siap dengan proposal kontrak.Arsenal juga dikenal “jagoan” dalam membeli pemain tidak terkenal dengan harga transfer relatif murah. Setelah “dipoles”, pemain tersebut berubah “kinclong” dan menjadi rebutan klub-klub sepakbola lainnya.

Pada tahun 2006, Arsenal membeli Emmanuel Adebayor dari klub AS Monaco, Perancis seharga 7 juta Euro. Musim kompetisi 2009/2010 (hanya berselang 3 tahun), Arsenal melego Adebayor ke Manchester City seharga 25 juta Euro!. “Otak” di belakang semua proses itu adalah Arsene Wenger. Bayangkan, melalui penjualan 5 orang pemain, Arsenal mendapatkan “keuntungan bersih” kurang lebih 83 juta poundsterling, sebagaimana diperlihatkan dalam tabel berikut :

Bumi Serpong Damai, 5 Juni 2011

 
Leave a comment

Posted by on June 8, 2011 in Selasar

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: