RSS

Whistle Blower

22 Jun

Istilah whistle blower kembali “meroket” setelah ibu Siami “menyanyi” tentang kasus contek massal dalam proses ujian nasional  tingkat sekolah dasar tanggal 11-12 Mei 2011 yang lalu di sebuah SD di Surabaya. Karena telah dianggap mencemarkan “nama baik” sekolah dan kampungnya, sebagian warga masyarakat merasa “berhak” untuk main hakim sendiri dan mengusir keluarga Ibu Siami.

Ibu Siami bukan orang pertama yang menjadi whistle blower. Sebelumnya Agus Chondro -anggota DPR RI dari PDI Perjuangan – juga telah menjadi whistle blower. Komjen (Pol.) Susno Duaji termasuk whistle blower yang mampu membuat merah telinga jajaran kepolisian RI. Bahkan, Gayus Tambunan yang terlibat kasus mafia pajak pun diberikan Whistle Blowing Award pada tahun 2010 (penghargaan yang sama juga diberikan kepada Susno Duadji).

Secara umum, whistle blowing masih merupakan hal yang baru dan langka di Indonesia. Padahal, di negara yang korupsi yang menjadi “budaya”, dilakukan secara “berjamaah”, dan terjadi di semua sektor kehidupan, bahkan juga di lembaga pendidikan, kehadiran whistle blower sangat dibutuhkan dan dapat memberikan manfaat untuk proses pemberantasan korupsi. Meskipun demikian, karena perlindungan yang relatif lemah dan pembuktian tindak pidana korupsi yang relatif sulit, menjadi whistle blower memang tidak mudah.

Definisi Whistler Blower.

Wikipedia mendefinisikan  whistleblower (whistle-blower or whistle blower) adalah “a person who tells the public or someone in authority about alleged dishonest or illegal activities (misconduct) occurring in a government department, a public or private organization, or a company. The alleged misconduct may be classified in many ways; for example, a violation of a law, rule, regulation and/or a direct threat to public interest, such as fraud, health/safety violations, and corruption. Whistleblowers may make their allegations internally (for example, to other people within the accused organization) or externally (to regulators, law enforcement agencies, to the media or to groups concerned with the issues).”(www.en.wikipedia.org, diunduh pada tanggal 20 Juni 2011).

Whistler Blower di Organisasi Laba dan Nir-Laba.

Di negara-negara Barat, peran whistler blower di perusahaan swasta beorientasi profit maupun organisasi nirlaba bukan hal yang baru.  Sebagai contoh program whistle blowing yang dijalankan oleh The Office of Special Council, Amerika Serikat sebagai berikut :

Di Indonesia, salah satu organisasi pemerintah yang telah menerapkan whistle blower adalah BPMIGAS  (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi). BPMIGAS menjelaskan maksud program whistle blower di lingkungannya sebagai berikut  “Program ini dimaksudkan agar setiap pekerja BPMIGAS dapat menjadi ‘pengawas’ pekerja yang lain, baik staf, penunjang maupun pimpinan. Pegawai dapat melaporkan jika ada indikasi pelanggaran norma maupun perundang-undangan.  Dengan adanya program ini  diharapkan  akan  meningkatkan disiplin pekerja.” (www.bpmigas.go.id).

Belum ada penelitian tentang organisasi swasta dan pemerintah di Indonesia yang telah memiliki dan melaksanan program whistle blowing. Gembar-gembor organisasi swasta dan pemerintah yang mengaku telah menerapkan praktek-praktek good corporate governance mungkin lebih baik jika dilengkapi dengan pelaksanaan program whistle blowing.

Di Indonesia, semua organisasi berlomba-lomba untuk merumuskan nilai-nilai organisasi yang isinya indah-indah, tetapi tidak mudah untuk dilaksanakan. Sebagai contoh adalah nilai-nilai kejujuran (integrity). Hampir semua organisasi menyebutkan bahwa kejujuran adalah nilai yang melandasi sikap dan perilaku seluruh anggota organisasi, mulai dari pimpinan puncak sampai karyawan paling bawah. Tetapi apakah nilai-nilai kejujuran benar-benar dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan, itu lain cerita lagi.

Whistle Blower Award.

Aktivitas masyarakat memang cenderung lebih sigap dan cepat daripada pemerintah. Meskipun peraturan perundang-undangan yang ada saat ini masih belum memberikan perlindungan yang sepantasnya kepada whistle blower, toh dorongan dan dukungan masyarakat terhadap orang-orang yang “berani” menjadi whistle blower semakin menguat. Salah seorang yang pernah menerima Whistle Blower Award 2010 dari Komunitas Pengusaha Antisuap (Kupas) adalah Komjen Susno Duadji.

Beberapa kriteria Whistle Blower Award antara lain (i.) laporan berdasarkan fakta dan bukan fitnah; (ii.) memberikan dampak publik yang luas dan positif; (iii.) bertujuan agar ada langkah-langkah konkret untuk perbaikan ke depan; (iv.) tidak ada motivasi untuk memopulerkan diri dan meraih keuntungan pribadi, baik secara fisik maupun secara finansial; dan (v.)  serta menyadari sepenuhnya segala potensi risiko bagi dirinya atau keluarganya.(http://politik.kompasiana.com/2010/04/21/sang-whistle-blower/).

Honesty is the best policy.

William Shakespeare pernah mengatakan bahwa “honesty is the best policy”. Saya pikir tidak ada orang Indonesia yang tidak sepakat bahwa kejujuran adalah perbuatan yang baik atau kebaikan. Tetapi masalahnya seringkali bukan berhenti pada mendefinisikan secara tepat makna kejujuran dan berdiskusi mengapa kita perlu jujur. Masalah sesungguhnya bukan what dan why, tetapi how to?

Menjadi manusia jujur berarti siap menjadi a legal alien. Sanksi sosial yang paling ringan adalah sekedar dicemooh “sok jujur”, “munafik” dan lain sebagainya. Sanksi sosial yang ekstrem adalah pengusiran dari lingkungan tempat tinggal atau ancaman pembunuhan.

Sayang sekali, budaya masyarakat dan bangsa Indonesia cenderung pada shame culture (silakan baca shame culture and guilty culture dalam blog ini, category : sosiologi). Bagi orang Indonesia, kesalahan bukan hasil dari kesadaran, tetapi paksaan dari pihak luar. Bahkan, ketika faktanya seseorang terbukti melakukan kesalahan, tetap saja ia mangkir dan tidak mengakui atau merasa telah dikorbankan. Menurut saya, budaya malu kurang mendukung munculnya manusia-manusia jujur.

Bumi Serpong Damai, 20 Juni 2011

 
Leave a comment

Posted by on June 22, 2011 in Selasar

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: