RSS

Eksekusi Strategi

04 Jul

Seorang pedagang asongan di atas kereta api listrik ekonomi jurusan Serpong – Jakarta berkoar-koar tentang “strategi marketing” sebagai berikut : “kalau jualan es lilin, jualan pada saat musim hujan”. Jualan minuman es pada saat musim hujan jelas berisiko tinggi dan tidak laku. Tetapi bukankah no risk no gain?

Karena hampir semua pedagang asongan menghindari risiko jualan minimum es pada musim hujan, maka dagangan es lilin si pedagang yang jitu memilih strategi itu laris manis. Seraya melayani pembeli yang mayoritas anak-anak kecil (mereka minum es kapan saja, tidak peduli musim kemarau  atau musim hujan!), pedagang asongan itu berkoar-koar tentang strateginya.

Sungguh menarik bahwa wong cilik yang sering kali dianggap berpendidikan rendah dan bodoh, justru cerdas dalam merumuskan strategi, paham bagaimana mengeksekusi strategi, dan jeli menghubungkan strategi dan waktu. Meminjam istilah pakar strategi Michael E. Porter, strategi si pedagang asongan es lilin itu mencoba jurus “about being different”.

Mary Coulter dan Stephen P. Robbins dalam buku mereka “Management” (2007), mendefinisikan sebagai  the decisions and actions that determine the long-run performance of an organization”. Definisi ini masih terlalu abstrak dan tidak spesifik.

Saya lebih condong kepada definisi strategi menurut Porter, yaitu “about being different”. Porter mengatakan bahwa strategi “….means deliberately choosing a different set of activities to deliver a unique mix of value”. Strategi menurut Porter juga berarti competitive position, yaitu tentang “differentiating yourself  from the point of view of  the customer, about adding value through a mix of activities different from those used by competitors

Kecuali definisi strategi yang cenderung abstrak, proses merumuskan strategi juga tidak kalah “njelimet”, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1 sebagai berikut :

Melalui proses manajemen stratejik seperti diperlihatkan di atas, hampir tidak ada formulasi strategi yang buruk. Dalam manajemen praktis sehari-hari, yang terjadi adalah eksekusi strategi yang buruk.

“Menyederhanakan” Strategi.

Inti dari strategi adalah memilih dan melakukan aktivitas yang berbeda dari pesaing. Inti dari strategi adalah berbeda dari kompetitor. Selama tidak ada perbedaan dari kompetitor, maka selama itu pula eksekusi strategi akan melewati jalan berdarah-darah. Jika sebuah organisasi perusahaan mampu melakukan aktivitas lebih baik dibandingkan pesaingnya, itu baru disebut operational effectiveness. Padahal, masih menurut Porter, keadaan yang harus diwujudkan organisasi perusahaan adalah strategic positioning, yaitu “doing things different from competitors”.

Saya masih ingat sebuah komentar dari perancang busana senior tahun 80-an. Ia mengatakan bahwa sebuah busana yang “bagus” harus memenuhi syarat orang lain bersedia melihatnya minimal dua kali. Untuk bisa dilihat orang lain minimal dua kali tentu saja harus ada perbedaan (bukan hanya sekedar terbuka) dan unik. Dalam istilah fotografi, sebuah foto yang baik harus memiliki point of interest yang menjadi pusat perhatian orang yang sedang melihat foto itu. Point of interest mencegah mata orang “jalan-jalan” dan berhenti fokus pada obyek yang paling menarik dan menjadi tujuan foto dari seorang fotografer.

Perbedaan antara wong cilik yang tidak pernah belajar manajemen dan para eksekutif yang belajar manajemen, berhubungan dengan konsultan manajemen lokal dan internasional adalah dalam hal memahami makna keep it simple and short. Wong cilik melihat segala sesuatu dengan kemampuan pemikiran yang sangat sederhana, dan melaksanakan segala sesuatu dengan semangat just do it.

Sementara para eksekutif lebih senang disebut sebagai NATO (no action talk only) ketimbang strategi yang dirumuskan ditertawakan orang lain. Itulah sebabnya, mengapa para eksekutif cenderung “jagoan” dalam memformulasikan strategi ketimbang mengeksekusi strategi. Hampir tidak ada eksekutif yang tidak memiliki kapabilitas memformulasikan strategi. Tetapi relatif banyak eksekutif puncak yang tidak memiliki kapabilitas mengeksekusi strategi. Tidak percaya?

Hambatan Mengeksekusi Strategi.

Pada tahun 1999 majalah Fortune memberitakan bahwa 70 % kegagalan CEO bukan disebabkan oleh strategi yang buruk, melainkan oleh kegagalan mengeksekusi strategi. Dalam buku mereka Strategy-Focused Organization, Kaplan dan Norton (2002)  mengemukakan bahwa hanya 10 persen dari strategi yang telah diformulasikan berhasil dieksekusi. Kaplan dan Norton juga menyebutkan beberapa penyebab dari kegagalan implementasi strategi, yaitu vision barier, people barier, management barier dan resource barier. Paul Niven (2003) menggambarkan  keempat penghambat implementasi strategi tersebut dalam gambar 2 sebagai berikut :

Vision barier adalah kendala utama untuk mengeksekusi strategi. Menurut Kaplan dan Norton, hanya 5 persen karyawan di perusahaan-perusahaan yang ditelitinya yang memahami strategi organisasi. Padahal, untuk mencapai sasaran stratejik yang telah ditetapkan, tugas dari eksekutif puncak adalah memberikan pengarahan stratejik kepada para manajer hingga seluruh karyawan.

Menjadi seorang pemimpin yang mampu menyusun visi dan misi organisasi memang tidak cukup. Dalam proses pemilihan kepala daerah mulai dari tingkat kecamatan sampai dengan pimpinan negara, hampir semua kandidat yang merasa dirinya layak disebut “pemimpin”, di tingkat konsep, boleh dibilang mereka memiliki visi dan misi yang “bagus”. Tetapi begitu sampai tahap mengkomunikasikan misi dan visi, sebagian besar mereka yang terpilih menjadi “pimpinan” boleh dibilang “jeblok” (baca : tidak mampu mewujudkan visi).

Bumi Serpong Damai, 16 Juni 2011

 
Leave a comment

Posted by on July 4, 2011 in Management

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: