RSS

Renewable Competency

15 Dec

Illustration courtesy of Daniel H. Pink

It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is the most adaptable to change.”  – Charles Darwin.

Orang Indonesia memang  lucu-lucu, paling tidak punya bakat humor yang sangat besar. Pada saat saya mengikuti seminar tentang energi terbarukan, semua agenda yang sudah dijadualkan tidak ada yang tepat waktu.  Waktu adalah salah satu sumberdaya yang sangat penting dan tentu saja merupakan sumber daya yang tidak terbarukan. A man who dares to waste one hour of time has not discovered the value of life”, demikian kata Charles Darwin

Lucu juga orang berlomba-lomba teriak bahwa kini saatnya  kita meninggalkan energi tidak terbarukan yang semakin menipis persediaannya – dan karena itu harus bergegas beralih ke energi yang terbarukan – pada saat yang sama, orang tanpa perasaan bersalah, membuang-buang waktu yang tidak mungkin berulang.

Istilah terbarukan lazimnya memang digunakan untuk energi, tetapi saya tertarik menggunakan istilah terbarukan untuk kompetensi. Faktanya, memang ada juga kompetensi terbarukan dan kompetensi tidak terbarukan. Istilah kompetensi terbarukan dan kompetensi tidak terbarukan tidak  ditemukan dalam buku-buku tentang Manajemen Sumber Daya Manusia berbasis kompetensi. Istilah yang baku adalah soft competency, hard competency, treshold competency, differentiating competency, dan lain sebagainya.

Apa yang dimaksud dengan kompetensi? Menurut DR Parlan, “a competency can be defined as an underlying characteristic of an individual that is casually related to criterion referenced effective and/or superior performance in a job or situation”.

Ketimbang bertele-tele mengkaji definisi dan jenis-jenis kompetensi, lebih baik memahami dan menyadari bahwa kompetensi dapat menjadi usang. Mengetahui kompetensi apa saja yang dapat menjadi usang dan kapan kompetensi menjadi usang menjadi sebuah “kompetensi” yang harus dimiliki oleh setiap orang.

Dalam tulisan saya tentang employee obsolescence saya telah menjelaskan bahwa perubahan-perubahan teknologi dan proses dapat berdampak pada kompetensi SDM. Sejatinya memang bukan manusia yang usang, melainkan kompetensinya. Ada kompetensi yang bisa usang dan tidak usang, meskipun terjadi perubahan-perubahan yang mempengaruhi proses dan pekerjaan. Kompetensi yang usang juga ada yang masih mungkin terbarukan atau tidak terbarukan.

Kompetensi bahasa Inggris misalnya, adalah kompetensi yang tidak akan pernah usang dan selalu dibutuhkan (paling tidak, selama bahasa Inggris masih menjadi bahasa komunikasi internasional). Bahkan jika kemudian bahasa Mandarin dan bahasa Jepang “naik daun” menjadi persyaratan jabatan, kompetensi bahasa Inggris tetap dibutuhkan. Kompetensi bahasa asing tidak akan hilang, meskipun tentu saja harus selalu dipraktekkan dan diperbarui.

Perkembangan teori dan best practices  di bidang ilmu manajemen (strategic, marketing, human resources, operation, finance) juga dapat membuat kompetensi di bidang manajemen harus diperbarui, meskipun kompetensi lama tidak hilang dan masih dapat diterapkan. Sebab, teori baru di bidang manajemen tidak selalu menggugurkan teori lama, melainkan untuk melengkapi berbagai teori dan pendekatan di bidang manajemen yang sudah ada.

Kompetensi yang berkaitan dengan teknologi cenderung lebih mudah usang, ada yang masih mungkin terbarukan dan ada yang tidak mungkin lagi terbarukan. Contoh klasik kompetensi usang yang tidak terbarukan adalah keterampilan teknis di bidang radio panggil yang menjadi usang dan tidak diperlukan lagi. Teknologi GSM dan CDMA telah membuat keterampilan teknis di bidang radio panggil tidak bermanfaat sama sekali  karena tidak ada lagi pabrikan yang memproduksi radio panggil. Sedangkan keterampilan teknis di bidang handy talky justru masih bertahan, meskipun teknologinya lebih “kuno” dibandingkan dengan teknologi radio panggil.

Karena keberadaan teknologi pada dasarnya adalah mendukung proses agar berjalan lebih efisien dan efektif, kehadiran teknologi baru tidak selalu menjadikan kompetensi menjadi usang. Keterampilan dasar mengetik sepuluh jari tetap dibutuhkan dan tidak akan usang, meskipun teknologi yang digunakan sudah berubah. Dalam kasus seperti ini, seorang juru ketik  dengan kemampuan mengetik sepuluh jari harus melengkapi kompetensi pengoperasian program-program aplikasi komputer.

Bahkan, kehadiran teknologi baru belum tentu membuat suatu kompetensi menjadi usang. Kompetensi di bidang fotografi misalnya, meskipun teknologi fotografi sudah berkembang pesat dan menyediakan berbagai kemungkinan yang lebih mudah, tidak dapat menggantikan kompetensi seorang fotografer handal yang mengandalkan kamera manual. Dalam hal ini, fungsi teknologi fotografi benar-benar hanya sebagai alat bantu yang jika tidak digunakan pun tidak ada pengaruh apapun terhadap kualitas foto. Seorang fotografer handal yang telah berpengalaman dapat membuat foto yang berkualitas dibandingkan dengan seorang fotografer yang menguasai teknologi fotografi terkini.

Demikian juga di bidang kuliner, meskipun teknologi memasak telah berkembang pesat, tidak bisa menghasilkan rasa yang lebih unggul dibandingkan teknologi memasak “kuno”. Orang lebih suka makan bakmi godhog yang dimasak dengan menggunakan anglo dan arang dari pada dengan kompor gas atau elektrik.

Adalah penting untuk mengetahui kompetensi  terbarukan dan tidak terbarukan. Perubahan yang semakin cepat dan kompleks mampu membuat kompetensi yang dibangga-banggakan menjadi usang. Tidak ada yang pasti, perubahan-perubahan juga mungkin membawa dampak yang tidak pernah terpikirkan dan terduga. Sebuah kompetensi yang saat ini disebut sebagai kompetensi terbarukan  boleh jadi menjadi kompetensi tidak terbarukan di masa yang akan datang.

Tampak Siring,  1 Desember 2011

 
Leave a comment

Posted by on December 15, 2011 in Human Capital

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: