RSS

Komunitas Saber

18 Jan

“Try not to become a man of success but a man of value.” – Albert Einstein

***

Ada sebuah komunitas baru yang rajin bekerja dalam keheningan. Komunitas itu bernama Komunitas Saber (singkatan dari Sapu Bersih). Sepintas, istilah saber mengingatkan pada salah satu tim di balapan “jet darat”, yaitu “Sauber F1 Team”. Dalam bahasa Jerman, sauber berarti bersih. Nah, Komunitas Saber ini juga suka yang bersih-bersih.

Dengan hati yang bersih komunitas saber tidak lelah memunguti paku. Seperti ditulis di Kompas 10 Januari 2012 : “mereka bisa saja menutup mata atas paku yang bertebaran di jalan. Namun, ketika hukum tidak mampu melindungi warganya, 11 anggota komunitas Sapu Bersih Ranjau Paku turun memunguti paku yang membahayakan pengendara jalan.”

Image courtesy of KOMPAS / Lasti Kurnia

Komunitas Saber adalah kelompok sosial atau organisasi mandiri. Mulai dari gagasan sampai dengan pendanaan operasional adalah murni mandiri dari para anggota. Tidak ada “Godfather” yang menyuruh dan melindungi mereka. Tidak ada fit and proper test sebagaimana untuk menjadi anggota dan ketua lembaga-lembaga yang dibentuk oleh negara.

Siapa saja boleh menjadi anggota komunitas ini. Modal yang paling penting adalah hati yang ikhlas. Jangan anggap remeh hati yang ikhlas. Bagaimanapun, setiap manusia, tidak akan mampu bersandiwara dan berpura-pura memiliki hati yang ikhlas.

Pada akhirnya, bukan apa yang kita kerjakan yang menentukan nilai dari suatu perbuatan, melainkan keikhlasan. Al-Ghazali mengingatkan kepada kita bahwa “Semua orang akan rusak, kecuali orang yang berilmu. Orang yang berilmu pun akan rusak, kecuali orang yang beramal. Orang yang beramal pun akan rusak, kecuali yang ikhlas.” Senada dengan itu, Bunda Theresa mengatakan bahwa “It is not how much we do, but how much love we put in the doing. It is not how much we give, but how much love we put in the giving.”

Bagaimana profil dari anggota komunitas Saber? Anggotanya sangat heterogen (meskipun tidak ada dari kalangan kelas menengah, apalagi orang-orang “gedongan”). Ada pengendara motor yang berkali-kali menjadi korban paku di jalan. Ada tukang parkir, tukang bangunan, dan beragam pekerjaan lainnya yang dipandang sebelah mata.

No risk no gain. Tidak ada penghasilan berupa uang yang diterima oleh para relawan komunitas saber. Tetapi pasti, dengan menebar energi positif (epos), mereka memiliki tabungan energi positif. Tetapi risiko yang mereka hadapi tidak dapat dianggap sepele. Seperti ditulis Kompas, “Susurudin (tukang parkir di Jalan Hasyim Ashari, Jakarta Pusat – red) pernah dilempar botol oleh orang lewat. Tiga hari berselang, dua pengendara sepeda motor matik warna hijau merampas mangnetnya sembari mengancamnya. Wajah mereka ditutupi helm rapat-rapat. Motor itu juga tidak ada pelat nomornya.”

Mengigat risiko yang dihadapi oleh komunitas saber, mungkin peran mereka dapat dibandingkan dengan Elliot Ness dan kawan-kawan melawan gembong mafia “The Untouchable” Al Capone. Di mana saja, termasuk di sekitar kita, selalu hadir “the untouchable”. Semoga Tuhan Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang melindungi anggota komunitas saber dan keluarga mereka dari orang-orang jahat yang berlagak sebagai “the untouchable”.

Tampak Siring, 11 Januari 2012

 
Leave a comment

Posted by on January 18, 2012 in Body | Mind | Soul

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: