RSS

Be Careful With Our Health

30 Mar

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari kasus Fabrice Muamba?. Muamba adalah pesepakbola yang memperkuat klub Bolton Wanderers, salah satu klub yang merumput di English Premier League (“EPL”). Tanggal 17 Maret 2012, pada saat bertanding di kandang Tottenham Hotspur, Muamba tiba-tiba jatuh pingsan. Belakangan diketahui Muamba mengalami cardiac arrest, kondisi jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.  Mengapa hal itu bisa terjadi?

Secara sederhana, tanpa perlu mengadakan penelitian ilmiah, akal sehat kita akan mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

Pertama, Muamba adalah seorang olahragawan. Sepatutnya, dan biasanya, seorang olahragawan/wati yang masih aktif, relatif lebih sehat dibandingkan orang-orang biasa (bukan olahragawan/wati).

Kedua, sebagai pesepakbola profesional, apalagi di kancah EPL, pasti Muamba mendapatkan pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan yang lebih dari memadai. Stamina (sehat, segar bugar, dan tidak cedera) adalah salah satu persyaratan utama olahragawan/wati. Klub-klub sepakbola profesional juga mempekerjakan dokter ahli. Karena itu, pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan untuk seorang olahragawan/wati pasti jauh lebih baik dibandingkan pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan untuk orang-orang biasa.

Lalu, mengapa olahragawan seperti Muamba dapat mengalami serangan jantung pada saat sedang bertanding? Bahkan, mengapa seorang pesepakbola yang sedang bertanding dapat meninggal? (sebagaimana menimpa mendiang Francisco Javier Herrezuela Arroyo di Spanyol pada tahun 2008, dan mendiang D. Venkatesh di India pada tahun 2012).

Image courtesy Microsoft Clip Oganizer

Penyakit Dorman

Setelah “rajin” dan “banyak” membaca buku-buku dan artikel tentang kesehatan manusia, saya tidak pernah lagi heran dan kaget mendengar kabar bahwa orang yang “sehat”, kemudian “tiba-tiba” meninggal. Ini bukan tentang kematian yang dapat menimpa siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Tetapi tentang pemahaman bahwa tidak sakit bukan berarti sehat.

Dalam bahasa Jepang, ada istilah penyakit dorman. Istilah ini menggambarkan kondisi seseorang belum jatuh sakit, tetapi juga tidak sepenuhnya sehat. Dengan kata lain, kondisi tersebut adalah kondisi seseorang berada satu langkah lagi sebelum jatuh sakit.” (Hiromi Shinya, MD, “The Miracle of Enzyme”, 2007 :  38).

Mengapa olahragawan/wati dapat sakit? Olahragawan/wati juga manusia biasa. Kesehatan manusia tidak hanya ditentukan oleh olahraga, melainkan juga faktor-faktor pola makan dan pola hidup. Dalam buku yang sama, Hiromi Shinya menjelaskan sebagai berikut :

“Apakah seseorang sehat atau tidak, bergantung pada apa yang dimakan oleh orang tersebut dan bagaimana orang itu hidup sehari-hari. Yang menentukan keadaan kesehatan seseorang adalah akumulasi harian hal-hal seperti makanan, air, olahraga, tidur, kerja, dan stres.” (2007 :  40-41)

Sinyal

Jika olahragawan/wati yang mendapatkan pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan secara baik dan teratur saja masih rentan terhadap penyakit, bagaimana dengan tingkat risiko sakit orang-orang biasa yang tidak atau kurang mendapatkan pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan secara baik dan tidak teratur?

Hal itu dapat menjadi masalah besar, terutama jika setiap orang mengandalkan kesehatannya kepada dokter. Sejatinya, setiap orang dapat memelihara kesehatan masing-masing tanpa harus bergantung kepada dokter. Syaratnya mudah, perhatikan pola makan dan pola hidup.

Demikian juga, seseorang bisa mengetahui apakah dirinya sehat atau akan jatuh sakit dari membaca tanda-tanda atau sinyal. Sebelum jatuh sakit, saya seringkali mengalami muntah-muntah. Karena kejadian itu berulang kali, maka saya memahami kejadian itu sebagai sinyal bahwa pola hidup dan pola makan saya sudah kelewat lebay.

Pada awalnya, saya cukup “malu” dengan kebiasaan muntah-muntah sebelum jatuh sakit. Tetapi saya kemudian justru “bangga” memiliki sinyal seperti itu. Belakangan, setelah David Beckham juga muntah-muntah saat mengalami dehidrasi di Piala Dunia Sepakbola di Korea (2002), saya semakin “pede” dengan sinyal yang saya miliki.

Saya menganalogikan sinyal itu seperti dashboard di kendaraan yang memberikan beberapa pentunjuk penting kepada pengemudi, antara lain volume bahan bakar, panas mesin, kondisi aki, dan lain sebagainya.

Hanya saja, tidak setiap orang mudah membaca dan memahami sinyal-sinyal yang diperlihatkan tubuhnya sendiri. Seorang saudara merasa “iri” dengan sinyal yang saya miliki. Sebab, sebagai orang yang memiliki tekanan darah tinggi, ia tidak merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan pada saat tekanan darahnya naik.

Sebenarnya, banyak sinyal yang berlaku secara umum dan semua orang mudah memahaminya. Sebagai contoh, air seni yang keruh dan berwarna kekuning-kuningan merupakan pertanda bahwa seseorang telah melakukan aktivitas berat, melelahkan, dan kurang istirahat.

Contoh lain dari sinyal adalah perut yang membuncit. Dalam bukunya yang berjudul The Miracle of Endorphin, DR. Shigeo Haruyama (1995 : 101) menjelaskan perut yang membuncit mengidikasikan :

  • Penimbunan lemak,
  • Berkurangnya massa otot,
  • Peredaran darah yang memburuk,
  • Jumlah sel otak yang mati,
  • Tingkat penuaan,
  • Risiko penyakit kronis yang ada.

Sinyal penyakit tidak selalu berasal dari tubuh, melainkan juga dari makanan yang masuk ke tubuh manusia. Saya pernah membaca sebuah artikel tentang hubungan antara kesehatan dan pola makan. Salah satu pernyataan yang “provokatif” dalam artikel tersebut adalah “beri tahu saya jenis makanan yang Anda makan,  saya akan beri tahu penyakit yang Anda derita”.

Bagaimana dengan Anda? Apakah anda memiliki sinyal sebelum Anda jatuh sakit? Jika belum, bersegeralah untuk menemukan sinyal yang diberikan oleh tubuh anda. Sinyal itu insyaAllah ada dan sangat penting bagi Anda.

Tampak Siring, 23 Maret 2012

 
Leave a comment

Posted by on March 30, 2012 in Body | Mind | Soul

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: