RSS

Group and Team Performance

01 May

Para ahli di bidang manajemen tertarik untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja kelompok (group performance). Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi group performance adalah organizational context, group structure, group process, dan group development stages.

Dalam bukunya yang berjudul “Fundamental Management”, Robert N. Lussier (1986) menjelaskan hubungan antara group performance dengan organizational context, group structure, group process, dan group development stage sebagaimana ditunjukkan dalam model berikut :

Group Performance Model courtesy of Robert N. Lussier

Organizational Context

Setiap organisasi memiliki konteks yang berbeda-beda. Konteks sebuah organisasi terdiri dari lingkungan sosial organisasi berada, misi dan visi, strategi, budaya, struktur, sistem dan proses. Menurut Model 7S McKinsey, efekvitas pengelolaan suatu organisasi dipengaruhi oleh tingkat keselarasan dari 7 S, sebagaimana ditunjukkan dalam model berikut :

7 S Model by McKinsey

Menurut Lussier, group performance dipengaruhi oleh organizational context. Di tingkat eksternal, kemampuan sebuah organisasi memahami dan beradaptasi dengan lingkungan eksternal  berpengaruh terhadap group performance. Di tingkat internal, group performance dipengaruhi oleh kejelasan misi dan visi, strategi perusahaan, budaya perusahaan, struktur organisasi, sistem dan proses.

Group Structure

Struktur kelompok (group structure) ditandai oleh jenis, ukuran, komposisi, kepemimpinan dan tujuan kelompok. Group performance dipengaruhi oleh struktur kelompok. Artinya, group performance dipengaruhi oleh faktor-faktor jenis kelompok (formal dan informal), ukuran kelompok (besar, sedang, kecil), komposisi anggota kelompok (heterogen atau homogen), kepemimpinan (gaya dan model), dan tujuan kelompok.

Group Process

Group process ditandai oleh status, roles, norms, cohesiveness, decision making, dan conflict resolution. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi tingkat kinerja dan prestasi dari kelompok.

Kejelasan status (kedudukan / jabatan anggota kelompok), peranan yang dituntut dan job description, keberadaan aturan yang jelas, memberikan kontribusi terhadap sebuah kelompok untuk berprestasi.

Demikian juga dengan kemampuan sebuah kelompok membangun group cohesiveness, pengambilan keputusan yang baik, dan kemampuan mengatasi konflik di antara anggota, berpengaruh terhadap kinerja dan prestasi sebuah kelompok.

Group Development Stage

Pada tahun 1965, DR. Bruce Tuckman memperkenalkan teori tentang perkembangan kelompok. Menurut Tuckman, setiap kelompok berkembang dari tahap forming, storming, norming, dan performing. Pada tahun 1965 Tuckman menambahkan satu tahap adjouning. Tahap adjouning lebih sesuai untuk kelompok yang bersifat sementara. Selanjutnya,  Group Development Stage Model versi pertama yang dikembangkan Tuckman lebih diterima secara luas.

Istilah lain yang digunakan untuk tahap-tahap perkembangan kelompok adalah orientation (forming), dissatisfaction (storming), resolution (norming), production (performing), dan termination (adjourning). Secara prinsip, tidak ada perbedaan substansi dari kedua istilah tersebut. Secara praktek, istilah yang digunakan oleh Tuckman lebih diterima secara luas.

Dalam konteks kinerja dan prestasi kelompok, seiring dengan pertambahan waktu, kinerja kelompok akan bertambah lebih baik. Artinya, perkembangan kinerja dan prestasi kelompok akan dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan kelompok.

Meskipun demikian, kinerja dan prestasi kelompok dalam tahap storming cenderung menurun. Konflik di antara anggota kelompok, struktur kelompok dan proses dalam kelompok yang masih belum baik, mengakibatkan kinerja dan prestasi kelompok menurun drastis.

Kemudian, pada tahap norming dan performing, di mana anggota kelompok sudah mampu menyelesaikan konflik di antara mereka, dan didukung oleh struktur kelompok dan proses kelompok yang bertambah baik, maka kinerja dan prestasi kelompok pun meningkat.

***

Pengaruh organizational context, group structure, group process dan group development stages terhadap kinerja dan prestasi sebuah kelompok bersifat dinamis. Pada suatu saat, mungkin group structure lebih berpengaruh dibandingkan faktor-faktor lain.

Hal yang lebih penting adalah memahami bagaimana pengaruh dari masing-masing faktor tersebut terhadap group performance dan memperbaikinya sehingga group performance dapat dipertahankan, atau bahkan ditingkatkan ke tingkat yang lebih baik.

Secara teoritis dan praktek, studi dan aplikasi keempat faktor tersebut terhadap group performance memiliki ruang lingkup yang luas dan kompleks. Lazimnya, studi dan aplikasi yang dilakukan adalah fokus pada salah satu faktor (misalnya struktur kelompok), bahkan salah satu bagian dari struktur kelompok (misalnya hubungan atau pengaruh  group cohesiveness terhadap group performance).

Tampak Siring,  19 Februari 2012

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2012 in Management

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: