RSS

Otot, Otak, dan Hati

10 May

Jika disederhanakan, sikap dan perilaku manusia dipengaruhi oleh dari otot, otak, dan hati nurani.  Bagaimana seyogyanya menggunakan ketiga anugerah tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Mana yang seharusnya lebih dominan untuk membimbing sikap dan perilaku, dan menyelesaikan berbagai masalah kehidupan sehari-hari?.

Ada berbagai jawaban “diplomatis” terhadap pertanyaan tersebut di atas, antara lain  : (i.) tergantung masalah, situasi dan kondisi yang dihadapi; (ii.) sebaiknya, ketiga-tiganya digunakan untuk mengatasi berbagai masalah dalam kehidupan.

Seorang sahabat “super” merekomendasikan solusi sebagai berikut : “designed by brain, quality controled by heart, and executed by muscle.” Ide ini “super” sekali. Sebab, ide ini  menjelaskan bahwa ketiga-tiganya dibutuhkan. Masing-masing memiliki fungsi, perlu ada pembagian pekerjaan, job description yang jelas, dan sebaiknya urusan diserahkan kepada “ahli”nya.

Dominan dapat diinterpretasikan “paling berkuasa” dan “paling berpengaruh”. Sesuatu yang paling berkuasa dan paling berpengaruh adalah pemimpin. Pemimpin adalah orang yang mampu memberikan tuntunan dan keteladanan. Pertanyaan tentang otot, otak, dan hati nurani kemudian dapat diformulasikan ulang menjadi “apa yang menjadi pemimpin dari sikap dan perilaku manusia sehari-hari?”.

Ada orang yang lebih senang menggunakan otot sebagai pemimpin, sedangkan otak dan hati nurani sebagai pengikut. Sebagian orang memilih otak menjadi panglima, sementara otot dan hati nurani menjadi prajurit. Kalangan tertentu memilih hati nurani sebagai imam, sedangkan otot dan otak menjadi makmum.

Apapun pilihannya, dan apapun yang menjadi pemimpin dan apapun  yang menjadi pengikut, konsekuensi yang ditimbulkan sangat berbeda. Sehari-hari, kita sudah melihat apa saja  yang bisa dilakukan oleh seseorang jika (misalnya) mengedepankan otot sebagai panglima, sementara otak dan hati nurani hanya sebagai prajurit. Kita juga sudah melihat apa konsekuensi yang ditimbulkan oleh pilihan itu.

Jagalah Hati

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut di atas, lirik lagu “Jagalah Hati” karya Aa Gym dapat menjadi salah satu referensi. Secara tidak langsung, pertanyaan tentang apa yang menjadi imam dan apa yang menjadi makmum sudah dijawab oleh lirik lagu berikut :

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian bersih
pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih

Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan di kejar musuh
Dengan Alloh kian jauh

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian suci
tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati
dirimu disegani

Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk
Jadi makhluk terkutuk

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan dagang
Dihadapi dengan tenang

Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit
Lahir batin terasa sakit

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Image courtesy Microsoft Clip Organizer

Kemampuan Otot, Otak, Hati Nurani

Otot dan otak memiliki keterbatasan dibandingkan hati nurani. Seiring pertambahan umur, kemampuan otot, otak dan hati nurani semakin berkembang. Tetapi, semakin bertambah tua, kemampuan otot dan otak semakin menurun. Tidak demikian halnya dengan kemampuan hati nurani.

Jika digunakan, otot akan melar. Jika tidak digunakan, otot akan mengkerut. Tetapi, jika digunakan lagi, otot akan melar lagi. Usia memang membatasi kemampuan otot, tetapi prinsip mengembang, mengkerut, dan mengembang tetap berlaku.

Tidak demikan halnya dengan otak. Jika digunakan, otak akan mengembang. Jika tidak digunakan, otak akan mengkerut. Jika digunakan kembali, otak tidak akan mengembang. Seiring bertambah usia, jangan “memarkir” otak. Sebab, otak tidak akan berkembang dan manusia menjadi mudah pikun.

Tentu saja, jika dibandingkan dengan otot dan otak, competitive advantage dari hati nurani, tidak dalam hal mengembang dan mengkerut. Dalam bukunya yang berjudul “Quantum Ikhlas”, Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati”, Erbe Entanu (2010 : 87) menjelaskan sebagai berikut :

“Umumnya, manusia hanya memanfaatkan pikiran sadarnya yang memiliki kekuatan hanya 12 persen dari keseluruhan kekuatan pikirannya. Pikiran sadar inilah yang biasa kita maksudkan ketika menyebut seseorang sedang menggunakan ‘otak’nya. Sedang yang 88 % lainnya merupakan kekuatan bawah sadar yang secara umum hanya muncul dalam bentuk ‘perasaan’nya.”

Dalam kehidupan, kapasitas pikiran bawah sadar yang 88 % sering tidak dimanfaatkan. Sebaliknya, pikiran sadar yang memiliki kapasitas 12 % lebih sering diandalkan. Padahal, menurut Erbe Sentanu, pikiran bawah sadar inilah yang kita maksud ketika kita mengatakan seseorang menggunakan “hati”nya (2010 : 88).

Ilmu pengetahuan juga telah berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5.000 kali lebih kuat daripada otak. Sejatinya, manusia membutuhkan positive feeling, bukan sekedar positive thinking. Sebab, positive feeling jauh lebih powerfull  dari pada positive thinking. Menurut Erbe Sentanu (2010 : 123), “positive feeling menggunakan vibrasi yang tinggi, bersifat cinta, damai, penuh kasih, sehingga vibrasinya lebih dekat dengan vibrasi Tuhan.”

Last but not least, dalam sebuah hadits Rasulullah Muhammad SAW bersabda : Istafti qalbak, al-birr mâ ithma’anna ilayhi al-nafs wa athma’anna ilayhi al-qalb wa al-ismu mâ hâka fi al-nafs wa taraddad fi al-shudûr. [H.R. Ahmad dan al-Dârimî]. Mintalah fatwa pada hatimu, kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan keburukan adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah.

Tampak Siring, 10 April 2012

 
Leave a comment

Posted by on May 10, 2012 in Body | Mind | Soul

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: