RSS

Perjalanan Ke Dalam Hati

26 Apr

Jika disederhanakan, ada 3 syarat untuk mengadakan perjalanan wisata, yaitu : sehat, waktu, dan uang. Ketiga syarat tersebut harus ada secara bersama-sama. Jika tidak, maka tidak ada perjalanan wisata. Kalaupun dipaksakan, kemungkinan tidak akan nyaman.

Bagi saya, faktor paling penting adalah kesehatan. Ada waktu dan ada uang tidak ada manfaatnya jika jasmani dan rohani tidak sehat. Jika tidak sehat, maka manusia tidak bisa berbuat banyak dan pergi ke mana-mana.

Jika jasmani dan rohani tidak sehat, maka tidak ada lagi perbedaan antara orang kaya dan miskin. Orang kaya, meskipun punya uang dan waktu banyak, tetapi tidak sehat, tetap tidak bisa berbuat banyak  dan pergi  ke mana-mana. Demikian juga orang miskin, meskipun sehat dan punya banyak waktu, tetapi jika tidak punya uang, juga tidak bisa berbuat banyak  dan tidak bisa pergi ke mana-mana.

Betapa tipis perbedaan antara orang kaya dan orang miskin. Salah satu dari ketiga faktor tersebut tidak ada (misalnya orang kaya tidak sehat dan orang miskin tidak punya uang), maka sejatinya tidak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin.

Nah, itu tentang persyaratan perjalanan wisata ke luar diri manusia atau wisata di muka bumi. Bagaimana dengan perjalanan ke dalam diri manusia?. Hampir tidak ada syarat sama sekali. Latar belakang status sosial ekonomi sama sekali tidak berpengaruh terhadap perjalanan menuju ke dalam diri manusia. Ironisnya, manusia jarang mengadakan perjalanan ke dalam dirinya sendiri.

Manusia aktif mengadakan perjalanan wisata ke  berbagai daerah dan negara untuk mengunjungi obyek wisata yang menarik. Kadang-kadang, perjalanan wisata ke luar negeri dianggap sebagai simbol status, dan karena itu lebih bergengsi atau berkelas.

Untuk “mendongkrak” status sosial, kemudian orang mejeng di depan obyek-obyek wisata, dan tentu saja dipotret. Semakin berkelas obyek wisata yang dikunjungi, maka semakin sering “mejeng”, dan semakin banyak foto-foto kenangan.

 

Perjalanan Ke Dalam Hati

Saint Augustine pernah mengatakan : “men go abroad to wonder at the heights of mountains, at the huge waves of the sea, at the long courses of the rivers, at the vast compass of the ocean, at the circular motions of the stars, and they pass by themselves without wondering.”

Senada dengan itu, Dag Hammarskjold mengatakan  : “the longest journey is the journey inwards. Of him who has chosen his destiny, who has started upon his quest for the source of his being.”

Image courtesy of Microsoft Clip Organizer

Jarang sekali manusia mengadakan perjalanan wisata menuju ke dalam hati. Perbandingan ekstrimnya adalah perjalanan wisata di muka bumi sudah tidak terhingga, sementara perjalanan ke dalam hati masih bisa dihitung dengan jari-jari sebelah tangan.

 

Diskriminatif dan Tidak Adil

Sejatinya, manusia sudah bertindak diskriminatif dan tidak adil kepada dirinya sendiri. Perlakuan terhadap tubuh fisik dan hati sangat bertolak belakang. Tubuh mendapatkan perlakuan istimewa, sementara hati diperlakukan seperti “anak tiri”.

Manusia mati-matian menjaga keindahan tubuh. Kulit hitam diputihkan. Kulit yang sudah putih dipoles sedemikan rupa agar menjadi berwarna kecoklat-coklatan. Wajah yang sudah cantik tetapi berhidung pesek dibawa ke meja operasi agar menjadi lebih mancung.

Kesehatan tubuh juga mendapatkan perhatian istimewa. Manusia – tentu saja mereka yang punya uang – tidak segan-segan menggelontorkan uang untuk general medical check-up di luar negeri (apalagi  kalau dibayar oleh perusahaan). Obat apapun ditelan agar tubuh menjadi sehat.

Bagaimana dengan perlakuan manusia terhadap hati. Tidak ada sepersenpun uang, waktu dan energi yang dialokasikan oleh manusia untuk memelihara fitrah hati. Jangankan merawat hati, berkunjung ke dalam hati pun manusia tidak mau.

 

Manusia Juga Tidak Memiliki Profil Hati

Akibat dari tidak pernah berwisata ke dalam hati, maka manusia tidak memiliki “profil” bagaimana keadaan hati dari waktu ke waktu. Jangankan profil hati dari waktu ke waktu, untuk profil hatinya saat ini pun manusia tidak mengetahuinya. Tidak ada kegiatan “potret memotret” hati, akibatnya juga tidak ada profil hati.

Pada saat dititipkan Allah SWT hati memiliki fitrah suci, tenang dan ikhlas. Apakah saat ini profil hati juga masih sesuai dengan fitrahnya yang suci, tenang dan ikhlas? Wallahua’lam. Ironisnya, manusia tidak memiliki kekhawatiran apapun jika saat ini hatinya tidak lagi sesuai fitrahnya yang suci, tenang dan ikhlas.

Bahkan, sikap dan perilaku manusia masih tenang-tenang saja. Andaikan setiap saat manusia dipanggil kembali, manusia berkewajiban mengembalikan hati dalam keadaan fitrah sebagaimana pada awal dititipkan kepada manusia. Mungkin, manusia beranggapan, kebiasaan “ngemplang” di dunia akan menyelesaian semua masalah pertanggungjawaban di hadapan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Tidak Membutuhkan Persyaratan Apapun

Perjalanan ke dalam hati berbeda dengan perjalanan di muka bumi yang membutuhkan kesehatan, uang dan waktu. Perjalanan di muka bumi juga hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki keleluasaan dalam hal kesehatan, uang dan waktu.

Perjalanan ke dalam hati tidak membutuhkan syarat apapun dan semua orang bisa dan boleh melakukannya. Siapapun, kapanpun, di mana pun, perjalanan ke dalam hati dapat dimulai. Satu-satunya “syarat” yang memberatkan adalah kemauan.

Tetapi mampu dan mau adalah dua hal yang berbeda. Kemampuan tidak berarti apapun tanpa disertai dengan kemauan. Ironisnya, justru manusia tidak memiliki kemauan mengunjungi hatinya. Tidak ada kebutuhan – bahkan sekedar keinginan – untuk berkunjung ke dalam hati.

Tampak Siring, 26 April  2013

 
Leave a comment

Posted by on April 26, 2013 in Body | Mind | Soul

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: