RSS

Hati Yang Bergetar

02 May

Men go abroad to admire the heights of mountains, the mighty billows of the sea, the broad tides of rivers, the compass of the ocean, and the circuits of the stars, and pass themselves by. – Saint Augustine

***

Dalam salah satu episode acara Mario Teguh Golden Ways (“MTGW”), seorang ibu yang menjadi peserta MTGW tersebut, bertanya kepada “Super Mario” Teguh (Super Mario adalah panggilan akrab untuk Mario Balotelli, pesepakbola Italia). Inti pertanyaannya sebagai berikut : “bagaimana cara untuk mengetahui bahwa diri kita adalah orang yang baik.” Jawaban “Super Mario”  kurang lebih sebagai berikut :

“Jika anda seorang ibu dan mempunyai anak laki-laki, pastikan pada saat ini anda secara spontan berdo’a kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Mohonlah kepadaNya agar anak laki-laki anda, kelak diberikan isteri yang takwa dan berakhlak mulia seperti diri anda. Jika anda seorang bapak dan mempunyai anak perempuan, pastikan pada saat ini anda secara spontan berdo’a kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar anak perempuan anda, kelak diberikan suami yang bertakwa dan berakhlak mulia seperti anda.”

Tidak ada pertanyaan ataupun sanggahan dari para peserta MTGW. Semua peserta hanya tersenyum malu. Barangkali, suatu pertanda bahwa mereka “kena batu”nya. Jika ingin tahu apakah diri kita adalah orang “baik” atau orang “jahat”, tanyalah diri sendiri. Tidak perlu bertanya kepada orang lain. Juga tidak perlu mengadakan perbandingan dengan orang lain.

Pada dasarnya, kecenderungan manusia adalah tidak suka orang lain mengatakan dirinya “jahat”. Manusia lebih suka orang lain mengatakan dirinya “baik”. Tetapi, manusia lebih siap dan ikhlas untuk mengakui dalam hatinya (tetapi tidak mengatakan secara verbal), bahwa dirinya sendiri “bukan orang baik”.

Informasi tentang apakah seseorang adalah “baik” atau “jahat”  sudah ada dalam hati setiap manusia. Tidak perlu bertanya kepada orang lain. Tidak perlu menunggu setahun untuk mengadakan pemeriksaan keadaan hati. Setiap hari, bahkan setiap saat, setiap manusia diberikan kemampuan untuk self-assessment.

Sesungguhnya  orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila  disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.” (QS : Al Anfal 2)

Jadi, kepada setiap manusia, Allah SWT telah memberikan kapabilitas dan akses untuk mengetahui kualitas hatinya. Bahkan, Allah SWT memberikan “wild card” agar setiap manusia mampu untuk menilai dirinya sendiri, apakah dirinya telah beriman dan bertawakal.

Ketika diserahterimakan kepada manusia, fitrah hati adalah suci, tenang, dan ikhlas. Adalah tugas manusia untuk tetap memelihara hati sesuai dengan fitrahnya yang suci, tenang dan ikhlas. Jika suatu saat diminta kembali oleh Pemiliknya – bahkan setiap saat –  manusia harus ikhlas dan siap mengembalikannya sebagaimana fitrahnya.

Masalahnya, manusia suka berulah. Manusia suka mengadakan traveling ke berbagai penjuru dunia, apapun risiko dan berapapun biayanya, manusia siap menanggungnya. Tetapi tidak demikian halnya perlakuan manusia terhadap hatinya sendiri. Hati ada dalam diri manusia. Tetapi hati adalah tempat yang sangat jarang dikunjungi oleh manusia.

Tidak salah jika Dag Hammarskjold mengatakan bahwa “the longest journey is the journey inwards. Of him who has chosen his destiny, Who has started upon his quest for the source of his being.”

Senopati, 2 Mei 2013

 
Leave a comment

Posted by on May 2, 2013 in Body | Mind | Soul

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: