RSS

General Purpose Lens

07 May

Setelah mengamati dunia fotografi sekilas dan terbatas, inilah pendapat subyektif saya tentang fotografi : pertama, fotografi adalah hobby “berdarah-darah”; kedua, fotografi – oleh sebagian orang – menjadi media untuk membentuk kelompok sosial yang eksklusif. Singkat kata, saat ini, di dunia fotografi sensasi lebih heboh ketimbang substansi.

Bagi saya, tidak penting apakah pendapat subyektif saya benar atau salah. Juga tidak penting apakah orang lain setuju atau tidak dengan pendapat saya. Tulisan ini fokus pada pembahasan tentang fotografi sebagai hobby “berdarah-darah”. Harapan saya, isi tulisan ini dapat membantu anda yang mencoba menekuni hobby fotografi tidak mengalami “pendarahan”.

Mengapa “berdarah-darah”?. Dua peralatan utama fotografi, yaitu kamera dan lensa, bukan barang berharga murah, terutama bagi rakyat Indonesia yang income percapitanya sekitar USD 3,469 per tahun (Sumber : Global Property Guide). Karena harganya relatif mahal, maka perlu hati-hati untuk membeli sebuah lensa. Secara umum, kecuali pemahaman teknis tentang jenis-jenis lensa dan fungsinya, hal yang juga penting dipahami adalah minat, fokus bidang fotografi yang akan ditekuni, yang pada akhirnya akan menentukan jenis-jenis lensa yang sesuai dengan kebutuhan spesifik anda.

Memahami Lensa.

Lensa kamera adalah alat vital dari kamera yang berfungsi memfokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (atau lebih umum dikenal dengan nama film) (id.wikipedia.org). Ada tiga kata kunci untuk memahami lensa kamera, yaitu focal length (panjang fokal), desain fokal, dan bukaan diafragma (aperture). Pemahaman terhadap fungsi khusus dari sebuah lensa kamera, kekuatan dan kelemahannya minimal harus mempertimbangkan ketiga faktor tersebut. Tentu saja kualitas optik dan sistem kerja mekanik sebuah lensa kamera juga harus menjadi pertimbangan.

1. Focal Length

Berdasarkan focal length, jenis-jenis lensa dapat dibedakan menjadi lensa lebar (wide lens), lensa normal (normal lens) dan lensa tele (tele lens). Focal length diukur dalam satuan mm dan klasifikasi lensa lebar adalah lensa dengan focal length di bawah 35mm (antara lain lensa zoom 16-35mm dan lensa fix 24mm). Lensa normal memiliki focal length 35-70 mm (antara lain lensa fix 50mm f/1.8 dan f/1.4). Sedangkan lensa tele memiliki focal length minimum 70mm (antara lain lensa zoom 70-20mm, 70-300mm, dan lensa fix 400mm).

Secara umum, semua jenis lensa (lebar, normal, dan tele) dapat digunakan untuk memotret semua subyek / obyek foto. Lensa lebar yang fungsinya adalah untuk memotret landscape atau panorama misalnya, dapat digunakan juga untuk kepentingan memotret model. Demikian juga lensa tele yang fungsinya adalah untuk memotret obyek / subyek foto yang berada relatif jauh dari fotrografer / kamera (misalnya pertandingan olahraga), juga dapat digunakan untuk memotret landscape atau panorama.

Meskipun demikian, masing-masing lensa kamera, akan lebih optimal jika digunakan untuk kepentingan khusus, sebagaimana ditunjukkan dalam table 1 sebagai berikut :

Perbedaan focal length dari setiap lensa akan menghasilkan perbedaan jangkauan sudut pandang lensa (lens angle), vertical angle view dan horizontal angle view, seperti ditunjukkan dalam gambar 1 sebagai berikut :

Gambar 2 berikut ini menunjukkan pemotretan landscape dengan menggunakan beberapa lensa yang memiliki focal length berbeda :

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan lensa adalah distorsi. Sebagai contoh, lensa lebar memiliki karakteristik obyek / subyek foto yang dekat dengan posisi kamera  akan lebih dekat dan lebih besar dari keadaan sesungguhnya, dan obyek atau subyek foto yang jauh dari posisi kamera akan terlihat lebih jauh dan lebih kecil dari keadaan sesungguhnya. Jika subyek foto adalah manusia misalnya, hasil foto akan menunjukkan ukuran kepala bertambah lebih besar dibandingkan dengan tangan. Gambar 3 berikut ini menunjukkan contoh distorsi penggunaan lensa lebar :

Photo courtesy of Aloha Livina

2. Disain Fokal.

Berdasarkan disain fokal, jenis-jenis lensa dibedakan menjadi lensa zoom (zoom lens) dan fix lens. Lensa zoom adalah lensa kamera yang memiliki panjang fokal berbeda (misalnya 24-70mm, focal length terpendek adalah 24mm dan focal length terpanjang adalah 70mm). Sedangkan fix lens adalah lensa yang memiliki focal length tunggal (misalnya 24mm, 50mm, 85mm, 135mm).

Masing-masing disain fokal memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Lensa zoom karena memiliki panjang fokal berbeda, lebih praktis dan kadang-kadang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan (misalnya “lensa sapu jagat” 18-200mm yang dapat digunakan untuk memotret mulai panorama, human interest, dan pertandingan olahraga). Lensa fix cenderung tidak fleksibel, tetapi sangat sesuai untuk kebutuhan spesifik (misalnya lensa 85mm f/1.8 untuk memotret model). Dari segi ketajaman, lensa fix juga lebih unggul dibandingkan dengan lensa zoom.

3. Bukaan Diafragma (Aperture).

Bukaan diafragma (aperture) dalam fotografi ditunjukkan dalam simbol f/1.2 – f/1.4 – f/1.8 – f/2 – f/2.8 – f/4 – f/5.6 – f/8 – f/11 – f/16 – f/22. Semakin kecil bilangan pembagi, maka semakin besar bukaan diafragma (misalnya f/1.2, f/1.4). Sebaliknya, semakin besar bilangan pembagi, maka semakin kecil bukaan diafragma (misalnya f/22 dan f/16).

Lensa kamera yang memiliki bukaan lebar sering disebut sebagai lensa cepat. Artinya, dengan asumsi ISO yang sama, lensa kamera dengan bukaan lebar memungkinkan kecepatan rana (shutter speed) yang lebih cepat dibandingkan dengan lensa kamera dengan bukaan kecil. Sebaliknya, lensa kamera yang memiliki bukaan kecil, disebut sebagai lensa lambat. Dengan bukaan diafragma kecil, membutuhkan shutter speed yang lebih lambat.

Apa konsekuensi bukaan diafragma dari sebuan lensa kamera? Besar kecilnya bukaan diafragma berpengaruh terhadap hasil foto. Bukaan diafragma (aperture) dari lensa kamera berhubungan dengan depth of field. Perlu dipahami bahwa bukaan diafragma tidak mengakibatkan sebuah foto fokus atau tidak. Artinya, berapapun bukaan diafragma yang digunakan, sebuah foto akan tetap fokus. Tetapi bukaan diafragma akan berakibat pada depth of field.

Mengapa lensa kamera dengan bukaan besar menghasilkan foto yang lebih tajam dibandingkan dengan lensa kamera dengan bukaan kecil? Sebab, lensa kamera dengan bukaan besar memungkinkan shutter speed relatif cepat. Kecepatan rana yang tinggi (cepat) akan membekukan gerakan sehingga subyek / obyek foto menjadi lebih tajam.

Pertimbangan Untuk Memilih Lensa Kamera.

Ada berbagai pertimbangan untuk memilih lensa kamera, mulai dari pertimbangan anggaran sampai dengan prestise. Betapapun subyektifnya keputusan memilih lensa kamera, pertimbangan fungsi atau kegunaan lensa kamera harus menjadi pertimbangan utama dibandingkan pertimbangan-pertimbangan lain.

Dengan mempertimbangkan fungsi atau kegunaan lensa kamera, alasan kepraktisan, dan jika dihadapkan anggaran yang “cekak” (sehingga harus menetapkan skala prioritas), pilihan yang tepat adalah “lensa sapu jagat” (baca : general purpose lens). Yang saya maksud dengan lensa sapu jagat adalah sebuah lensa kamera yang mencakup lensa lebar, lensa normal, dan lensa tele.

“Lensa sapu jagat” bukan hanya praktis di bawa ke mana-mana, melainkan terutama mampu digunakan untuk berbagai tujuan pemotretan. Lensa fix, lensa lebar, lensa medium, dan lensa tele cenderung lebih sesuai dengan tujuan pemotretan yang spesifik. Artinya, jika anda memiliki lensa lebar, anda hanya dapat memanfaatkannya secara optimal untuk tujuan pemotretan landsape. Jika anda memiliki beberapa lensa sekaligus (lensa lebar, medium dan lensa tele), pada saat bepergian dan menghadapi situasi pemotretan yang berbeda-beda, anda “terpaksa” membawa sekaligus beberapa lensa tersebut.

Ada berbagai variasi “lensa sapu jagat” antara lain : 15-85mm, 17-85mm, 18-135mm, 18-200mm, 28-135mm, 24-105mm, 24-70mm dengan berbagai bukaan diafragma. Lensa 24-105mm f/4.0 dan 24-70mm f/2.8 dari Canon adalah lensa jenis premium, berharga mahal, dan kualitas terbaik dibandingkan “lensa sapu jagat” lainnya. Lensa 15-85mm, 18-138mm, dan 18-200mm (juga dari Canon) adalah lensa “entry level” dengan harga terjangkau. Sedangkan lensa 28-135mm dari Canon adalah lensa medium level.

Satu hal yang pasti, tidak ada yang benar dan salah dalam pemilihan lensa. Keputusan membeli sebuah lensa pada akhirnya kembali kepada daya beli masing-masing orang.

Tampak Siring, 5 Mei 2013

 
Leave a comment

Posted by on May 7, 2013 in Photography

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: