RSS

I Lost My Heart In Heidelberg

04 Jul

Secara fisik, ciri utama kota Heidelberg adalah sisa-sisa bangunan Heidelberg Castle yang di bom di era perang dunia kedua. Lokasinya berada di perbukitan sehingga terlihat dari jembatan di atas sungai Neckar yang tepat berada di pusat kota.

Bild

Image courtesy of http://www.fotoforum-fotocommunity.de

Heidelberg bukan nama yang asing bagi sebagian orang Indonesia. Bagi mereka yang bekerja di industri percetakan, nama Heidelberg seharusnya bukan nama yang asing. Mesin cetak Heidelberg adalah produk teknologi yang dihasilkan oleh Heidelberg. Banyak yang tidak tahu bahwa mesin cetak (terutama offset printing presses) produksi perusahaan Heidelberg AG menguasai 47 % pangsa pasar di dunia.

Dari segi geografis, jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Jerman, letak Heidelberg sebenarnya relatif tidak strategis. Tetapi dari segi pertahanan dan keamanan, Heidelberg adalah wilayah yang sangat strategis. Letak Heidelberg relatif “terisolir” sehingga tidak menjadi sasaran “empuk“ musuh untuk dihancurkan.

Heidelberg juga bukan kota industri sebagaimana kota tetangganya Mannheim dan Ludwigshafen. Dari segi “hankam”, nilai strategi Heidelberg bertambah kuat karena jaringan transportasi darat (jalan raya dan rel) yang menghubungkan Heidelberg dengan kota-kota lain, terutama Mannheim dan Frankfurt am Main.

Untuk anda ketahui, kota Mannheim adalah salah satu pusat (dan sampai saat ini masih) barak milier pasukan Amerika Serikat. Di dekat kota Mannheim ada pangkalan udara (Frankfurt Hahn) yang digunakan semasa PD II. Kini, eks pangkalan udara itu telah berubah fungsi dan dimanfaatkan untuk penerbangan udara komersial, terutama penerbangan “murah meriah” ke manca negara. Saat saya berkunjung ke Villach di Austria, saya lepas landas dari Frankfurt Hahn. Ongkos yang saya bayar untuk terbang bersama Ryan Air cuma 10 Euro!. Everyone can fly!

Saya sempat bertanya-tanya, mengapa istana Heidelberg itu di bom. Di masa lalu, Jerman adalah negara feodal dan karena itu istana bertebaran di hampir semua kota. Sebut saja Schloss Sans Souci di Potsdam, Charlottenburg Schloss di Berlin, Neuschwanstein Schloss di Bayern. Bahkan di kota industri seperti Mannheim pun ada Mannheim Schloss  (dalam bahasa Jerman, Schloss berarti istana). Kalau tentara sekutu mau bikin jengkel dan marah rakyat Jerman, tentu bukan Heidelberg Castle yang diincar.

Faktanya, Heidelberg Schloss yang dibom. Keputusan itu didasarkan atas pertimbangan “hankam”. Kecuali lokasinya yang strategis untuk “hankam”, Heidelberg adalah basis pendukung Hitler. Di Universitas Heidelberg, staf pengajar yang bukan keturunan Arya mendapat perlakuan diskriminasi. Jadi, dari segi pertimbangan politik dan militer, Heidelberg “layak” untuk di bom. Maksud saya, Heidelberg harus ditaklukkan dan “bobotoh” (baca : pendukung) Hitler diusir keluar kota.

Sampai awal abad ke 21, di Heidelberg masih ada barak militer pasukan Amerika Serikat. Di Heidelberg “bersemayam” Campbell barrack. Meskipun pernah diduduki oleh pasukan asing, kota Heidelberg relatif tetap asli dan tidak banyak perubahan. Sangat berbeda dengan kota Mannheim yang berubah menjadi seperti layaknya kota-kota di Amerika Serikat yang berbentuk bujur sangkar, terutama di kawasan kota baru. Heidelberg masih seperti layaknya kota-kota di Jerman pada umumnya dan mampu mempertahankan prediket sebagai kota romantis. Romantisme Heildelberg antara lain mendorong komponis Fred Raymond menggubah lagu I Lost My Heart in Heidelberg yang juga menjadi themesong kota Heidelberg.

***

Heidelberg terletak di sebelah barat daya Jerman. Dari segi iklim dan cuaca, Heidelberg adalah kota yang paling hangat dibandingkan seluruh wilayah Jerman. Berkunjung ke Heidelberg pada musim semi dan musim panas sangat nyaman. Saat saya berkunjung ke Heidelberg Juni 2009, saya berjalan di panas terik tanpa merasa kehausan. Bahkan teman-teman saya dari Aljazair yang berkunjung ke Heidelberg pada bulan Ramadhan (dan musim panas) pun tidak sampai membatalkan puasa mereka.

Meskipun bukan kota industri, dari segi kependudukan “rekor” yang dicatat Heidelberg relatif kurang baik. Kepadatan penduduk Heidelberg termasuk yang tertinggi di wilayah Jerman. Tahun 2011, jumlah penduduk mencapai angka 146.000 jiwa. Untung “program keluarga berencana” di kota Heidelberg sangat sukses. Tingkat fertilitas kaum perempuan di Heidelberg pada tahun 2008 adalah 1,1 atau salah satu yang terbaik di wilayah negara bagian Baden Wuerttemberg.

Heidelberg adalah kota pendidikan dan kebudayaan. Bagi mereka yang belajar sosiologi, pasti tidak aneh dengan kota Heidelberg. Ilmuwan sosial seperti George Wilhelm Friederich Hegel dan Juergen Habermas pernah berkarya di sini. Bagi orang-orang yang belajar sosiologi, Hegel dan Habermas bukan nama yang asing.

Siapa itu Hegel? “Georg Wilhelm Friedrich Hegel  (August 27, 1770 – November 14, 1831) was a German philosopher, and a major figure in German Idealism. His historicist and idealist account of reality revolutionized European philosophy and was an important precursor to Continental philosophy and Marxism.” (www.en.wikipedia.org, 26 Juni 2013). Di Indonesia, kebanyakan orang lebih “mengenal” Karl Marx ketimbang Hegel. Dalam bukunya yang berjudul “Pembagian Kerja SEcara Seksual”, sosiolog Arief Budiman juga mengutip pemikiran Hegel tentang perjuangan kelas.

Heidelberg pantas menyandang prediket kota pendidikan. Yang “berbau” serba tua ada di kota ini. Perpustakaan Heidelberg yang didirikan pada tahun 1421 adalah perpustakaan tertua di Jerman. Heidelberg University yang didirikan pada tahun 1386 adalah salah satu universitas tua di Eropa, bahkan universitas tertua di Jerman.

Sejarah mencatat peran Universitas Heidelberg antara lain sebagai berikut : “Heidelberg University played a leading part in the era of humanism and reformation and the conflict between Lutheranism and Calvinism in the 15th and 16th centuries. Heidelberg’s library, founded in 1421, is the oldest public library in Germany still intact. A few months after the proclamation of the 95 Theses, in April 1518, Martin Luther was received in Heidelberg, to defend them.” (en.wikipedia.org, 3 Juli 2013

***

Kota Heidelberg termasuk  destinasi bagi wisatawan domestik dan manca negara. Pada tahun 2004, jumlah wisatawan (domestik dan asing) yang berkunjung ke Heidelberg mencapai angka 3,5 juta (jumlah yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan luas wilayah Heidelberg yang hanya 108,83 km2).   Bandingkan dengan luas wilayah Indonesia dan kekayaan obyek wisata, baik budaya maupun obyek wisata seperti gunung, pantai, kehidupan bawah laut, tetapi hanya dikunjungi oleh 7,04 juta wisatawan asing per tahun (data tahun 2012).

Bahwa Heidelberg bukan merupakan kota industri terbukti dari mata pencaharian penduduknya. Pada tahun 2004, 81,8% penduduk Heidelberg bekerja di sektor industri jasa, terutama industri pariwisata. Hanya 18 % lapangan pekerjaan yang tersedia di sektor industri. Ini berarti bahwa Heidelberg sudah berada di “zaman yang akan datang”.

Para futurolog seperti Alvin Toffler, Patricia Abuderne dan John Naisbitt memprediksi bahwa di masa yang akan datang akan lebih banyak pekerjaan di sektor jasa. Era pekerja pertanian dan industri sudah lewat, meskipun profesi petani dan buruh pabrik tentu saja masih ada. Tetapi peran terbesar akan diambil oleh para pekerja di sektor jasa. “Diam-diam”, Heidelberg sudah berada di “zaman yang akan datang”.

Cukup banyak destinasi wisata yang layak dikunjungi di kota ini. Tetapi yang sudah pasti wajib dikunjungi adalah Heidelberg Castle. Letaknya relatif tinggi di perbukitan. Bisa dicapai dengan berjalan kaki, tetapi setelah itu “ngos-ngos-an”. Agar tidak “ngos-ngos-an”, sudah disediakan alternatif bergbahn (dalam bahasa Jerman, berg berarti bukit, dan bahn berarti kereta api. Berg bahn secara harfiah berarti “kereta perbukitan”). Setelah sampai di Heidelberg Castle, pandangan mata anda bisa  “menyapu” seluruh sudut kota Heidelberg.

Lokasi Heidelberg Castle yang berada di perbukitan itu mengingatkan saya pada sebuah istana di kota Salzburg (kota kelahiran komponis Wolfgang Amadeus Mozart), yang kebetulan juga terletak di atas bukit. Untuk mencapai istana tersebut pengunjung juga boleh memilih jalan kaki sambil “ngos-ngos-an” atau naik bergbahn.

Setelah mengunjungi Heidelberg Castle, anda bisa kembali ke kota tua (alte Stadt) dan di tempat ini anda akan menemukan beberapa obyek wisata yang menarik. Ciri utama kota-kota tua di Eropa pada umumnya dan Jerman pada khususnya adalah letak gereja, balaikota, dan pasar yang selalu berdekatan. Mengapa?

Secara sosiologis, pusat dari kehidupan dan kegiatan manusia adalah agama, politik, dan ekonomi. Itulah sebabnya, di seluruh kota di Jerman, begitu anda mengunjungi kota tua, anda sudah “khatam” mengunjungi tempat-tempat wisata yang penting.

Ciri lain dari kota-kota di Eropa adalah “dibelah” oleh sungai. Kota baru dan kota lama seringkali dipisahkan oleh sungai. Karena itu, jembatan selalu memegang peranan yang sangat penting di kota-kota di Jerman. Kalau anda suka difoto, jangan lupa “mejeng” di atas jembatan. Jembatan di atas sungai Neckar yang tepat berada di pusat kota Heidelberg “sunnah” untuk dikunjungi.

Bild

 Image courtesy of Wisanggenia Photography

Last but not least, salah satu keunggulan kompetitif Heidelberg dibandingkan dengan kota lain di Jerman adalah wisata air. Sejatinya, atraksi yang disuguhkan di Heidelberg tidak terlalu canggih dibandingkan dengan fasilitas dan teknologi maritim di Hamburg. Tetapi untuk ukuran sungai dan kapal kecil, pengalaman wisata air di Heidelberg sudah cukup sensasional.

Ada dua tempat di sungai Neckar yang memiliki ketinggian air berbeda dan seperti “tangga”. Kapal wisata harus melalui dua tempat yang memiliki dua ketinggian air yang berbeda tersebut. Ada kalanya kapal harus naik ke tempat yang lebih tinggi, tetapi di saat lain harus turun ke tempat yang lebih rendah. Bagaimana caranya?

Tidak terlalu sulit bagi orang Jerman yang gemar mengandalkan otak mereka. Jangankan kapal kecil, kapal besar di Hamburg pun bisa dinaikkan dan diturunkan ke dua tempat yang memiliki ketinggian air yang berbeda. Tetapi kali ini bukan teknologi yang kita bicarakan. Bagi wisatawan, yang penting adalah pengalaman dan sensasi naik dan turun “tangga” air dengan menggunakan kapal wisata.

Bukan itu saja, kapal wisata yang mengarungi sungai Neckar menggunakan sumber energi dari matahari. Dasar benar-benar khas orang Jerman. Jadi, harga BBM naik  atau inflasi “terbang” tidak jadi masalah. Bukan saatnya untuk berwacana tentang penggunaan energi alternatif. Just do it!

***

Pertengahan tahun 2013 ini, keponakan saya  Yodi Mahendradata PhD, memutuskan untuk “hijrah” dan  memboyong keluarganya tinggal di kota Heidelberg. InsyaAllah bukan keputusan yang keliru. Beberapa nama besar di masa lalu seperti Joze Rizal (pahlawan nasional Philipina) dan Muhammad Iqbal (filsuf dan pujangga asal Pakistan) pernah merasakan betapa nyaman tinggal dan bekerja di Heidelberg.

Bahkan, untuk mendapatkan “pencerahan” (baca : menemukan gagasan), seorang pujangga besar Jerman Johann Wolfgang von Goethe pernah merasa perlu jalan-jalan di Heidelberg Castle. Orang pintar memang sudah sepatutnya tinggal di Heidelberg.

Menurut saya, kalau benar-benar pintar, belajar dan bekerja lah di universitas terbaik yang dan kaya dengan berbagai riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesempatan seperti itu bisa ditemukan antara lain di Heidelberg :

In addition to the research centers and institutes of the university, there are numerous research institutions situated in the city of Heidelberg. Among them are the European Molecular Biology Laboratory (EMBL), European Molecular Biology Organization (EMBO), the German Cancer Research Center (DKFZ), Max Planck Institute for Medical Research, Max Planck Institute for Astronomy, Max Planck Institute for Nuclear Physics, Max Planck Institute for Comparative Public Law and International Law.” (www.en.wikipedia.org, 26 Juni 2013).

Jadi, jangan hanya minum tolak angin agar disebut “pintar” dan “bejo”!

Tampak siring, 26 Juni 2013

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: