RSS

“Indonesia Dream Team”

14 Jul

Saat bertanding melawan timnas sepakbola Belanda di SUGBK  pada bulan Juni 2013 yang lalu, timnas Indonesia justru mengenakan kostum tandang putih hijau.  Anak-anak bangsa dan para nasionalis tak mampu menahan diri untuk menghujat “keteledoran” ini.

Berikut komentar dari seorang “bobotoh” (baca : pendukung) timnas sepakbola Indonesia yang saya kutip dari www.kompas.com 6 Juni 2013 :

Tidak nonton! Tiketnya saya laminating karena tiket tersebut pemberian pak La Nyalla Mattalitti (Ketua Badan Tim Nasional). Saya mengapresiasi perhatian pak Nyalla.Tapi mohon maaf saya tak akan menyaksikan karena ini menyangkut hal yang sangat prinsip,” jelas Lalu Mara kepada Kompas.com, Kamis (6/6/2013).

Lalu Mara mengaku sangat paham mengenai arti dan maka sebuah jersey. Kalau ini diteruskan, Lalu Mara mengaku khawatir, semangatnya sudah tidak sesuai dengan semangat sepak bola yakni fair play.

“Indonesia boleh peringkatnya jauh di bawah Belanda, tapi menyangkut jersey seharusnya ada penghormatan dari tim lawan dalam hal ini Belanda. Apalagi alasan timnas Belanda yang sudah terikat dengan sponsor dan tak membawa jersey kedua, sungguh itu tak masuk di akal,” tutur mantan manajer Pelita Jaya itu.”

Bagi sebagian orang dan kelompok, kostum olahraga memang dimuliakan dan disakralkan. Sebuah kostum tidak lagi sekedar penutup aurat. Tidak mengenakan kostum nasional di bumi pertiwi, meskipun dalam pertandingan persahabatan, sudah diartikan sebagai pemakzulan terhadap simbol bangsa dan negara.  Bahkan, di media olahraga kompasiana ada yang bilang bahwa pemakaian kostum tandang di kandang sendiri adalah bentuk “penjajahan model baru”. Alamak!

Bagi saya, meskipun “hanya” dalam sesi pemotretan, mengenakan kostum merah putih tetapi dengan latar belakang bahasa Inggris, adalah bentuk rendah diri yang sangat parah dan juga “penjajahan model lama dan model baru”.

Bild

Foto diunduh dari http://www.bola.kompas.com

Malam ini, ba’da sholat Isya’, timnas Indonesia kembali bertanding melawan kesebelasan Arsenal dengan menggunakan kostum kandang merah putih. Semua senang : para pemain, pelatih, pengurus, penonton, dan seluruh anak bangsa.

Ada keyakinan bahwa, mengenakan kostum merah putih adalah bentuk penghormatan dan pengabdian  kepada bangsa dan negara. Ada harapan bahwa, dengan mengenakan kostum merah putih, akan timbul semangat pantang menyerah di lubuk hati yang paling dalam dari setiap pemain sampai pertandingan berakhir.

Tetapi bagaimana dengan penggunaan “Indonesia Dream Team” sebagai julukan timnas Indonesia?. Apakah tidak ada istilah dalam bahasa Indonesia yang layak untuk memberi nama timnas Indonesia? Jika mau, beri saja timnas Indonesia yang bertanding melawan Arsenal sebutan “Tim Garuda Indonesia”, “Tim Merah Putih Indonesia”, atau nama lain yang lebih mengindonesia.

Atau, kalau hanya mau “gagah-gagahan” atau “jaim” (jaga image), boleh juga timnas sepakbola Indonesia diberi julukan “Tim Samber Nyowo”. Sebutan “samber nyowo” lebih realistis dan tidak bermimpi ketimbang “dream team”. Boleh jadi, ketika kesebelasan lawan diberitahu arti “samber nyowo”, mereka bisa membayangkan kehebatan, ketangguhan, kegigihan, “kengototan”, dan betapa menyeramkan timnas sepakbola Indonesia.

Betapa konyol dan jungkir balik logika berpikir anak-anak bangsa. Kostum olahraga merah putih disakralkan sedemikian rupa sehingga seolah-olah setara dengan bendera nasional merah putih. Kostum merah putih dikultuskan, sementara bahasa nasional dilecehkan di tanah air sendiri, dan tidak ada yang protes.

Tidak ada bangsa yang tidak memiliki tanah air. Tidak lengkap sebuah bangsa dan tanah air yang tidak memiliki bahasa nasional. Sejatinya, bahasa nasional lebih dari sekedar pilar kebangsaan. Bahasa Indonesia adalah fondasi bangsa dan tanah air Indonesia. Barangkali, anak-anak bangsa sudah lupa dengan sejarah.

Tetapi maaf……. seperti apakah “Tim Impian Indonesia” itu? Ayo……. kamu bisa (kah)?????

Tampak Siring, 14 Juli 2013

 
Leave a comment

Posted by on July 14, 2013 in Selasar

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: