RSS

Tumbal Perubahan

04 Sep

Tumbal perubahan dari strategi pelatih dan atau perubahan pelatih di kubu Manchester United bernama Wayne Rooney. Strategi 4-2-3-1 yang hanya mengandalkan seorang penyerang telah menempatkan Rooney sebagai “pecundang” dan harus lela “duduk manis” menghangatkan bangku cadangan. Sedangkan van Persie yang 3 tahun belakangan ini subur mencetak gol menjadi pilihan utama posisi penyerang yang dulu menjadi “hak paten” Rooney.

Padahal, selama bertahun-tahun, klub-klub sepakbola profesional di Inggris mengusung strategi 4-4-2 dan bermain dengan mengandalkan dua penyerang kembar. Tetapi sejak Piala Dunia 2010 usai, sebagian besar pelatih latah mengganti strategi lama dengan strategi baru 4-2-3-1. Formasi baru diisi oleh 4 bek, 2 gelandang bertahan, 3 gelandang menyerang (salah satu bertindak sebagai “second striker” atau bahasa keren “false nine”), dan 1 penyerang.

Padahal, Rooney adalah salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki MU dan bahkan timnas Inggris. Kontribusi dan kinerja Rooney di masa lalu mengantarkannya menjadi “anak emas” Sir Alex Ferguson. Ndhilalah van Persie langsung “nyetel” dan di musim pertamanya dengan MU menjadi salah satu pemain kunci untuk merebut gelar juara liga Inggris yang ke 20. Demi strategi 4-2-3-1, Ferguson (saat itu) dan Moyes (pelatih MU saat ini) tega menerapkan “habis manis sepah dibuang”. Padahal, jika Moyes menerapkan kembali strategi 4-4-2 juga tidak haram.

Salah satu klub yang sukses dengan strategi 4-2-3-1 adalah FC Bayern Muenchen. Berkat strategi ini, di musim kompetisi 2012/2013, FC Bayern Muenchen untuk pertama kalinya (dan menjadi klub Jerman yang pertama kali) merebut treble winners, yaitu juara Bundesliga, Juara Liga Champion, dan Juara DFB Pokal (Piala Liga Jerman). Di tingkat timnas, strategi 4-2-3-1 sukses diadopsi dan dipraktekkan timnas Brasil di Piala Konfederasi 2013.

Tetapi strategi yang diterapkan pelatih Jupp Heynckes saat itu lebih sesuai disebut 4-2-3-1 “plus-plus”. Sebab, Heynckess juga memainkan “inverted winger”. Frank Ribery yang memiliki kaki kanan lebih kuat justru ditempatkan di posisi penyerang sayap sebelah kiri. Sedangkan Arjen Robben yang memiliki kaki kiri lebih kuat justru menempati posisi penyerang sayap kanan. Tetapi modifikasi inverted winger itulah yang menjadikan serangan Bayern membuat bek-bek lawan menjadi kalang kabut. (Saya akan menulis tentang inverted winger ini dalam tulisan tersendiri untuk menjelaskan job enrichment).

Tidak semua klub maupun timnas sukses menerapkan perubahan strategi. FC Barcelona dan timnas Spanyol masih setia dengan strategi 4-3-3. Tetapi ada juga strategi 4-2-3-1 yang sudah terbukti sukses, justru diubah dengan strategi 4-1-4-1 seperti yang diterapkan oleh pelatih baru FC Bayern Muenchen, Pep Guardiola. Strategi baru Guardiola ini secara teoritis dan konsep memang lebih menyerang, terutama menempatkan 4 gelandang yang fokus bertugas membantu seorang penyerang. Tetapi konsekuensi dari strategi 4-1-4-1 adalah hanya ada 1 gelandang yang bertugas (dan tambah berat) membantu pertahanan.

Bild

Foto diunduh dari http://www.aidtheboss.com

Tumbal dari perubahan strategi yang diterapkan oleh Pep Guardiola adalah Javier Martinez, seorang gelandang bertahan yang berduet dengan Bastian Schweinsteiger. Dalams sejarah transfer pemain di Bundesliga, nilai transfer Martinez adalah paling mahal. Bayern Muenchen harus merogoh 40 juta Euro untuk memboyong Martinez dari klub Athletico Bilbao.

Harga yang pantas untuk kontribusi dan kinerja yang ditunjukkan Martinez di musim perdananya bergabung dengan Bayern. Martinez langsung “nyetel” dan menjadi pilihan utama starting eleven. Berduet dengan Schweinsteiger, Martinez langsung menunjukkan peran, kontribusi, dan kinerja luar biasa bagi Bayern untuk merebut treble winners.

Kini, jika masih ingin bertahan di Bayern Muenchen, nasib Martinez di tangan Guardiola. Dalam strategi baru yang diterapkan oleh Guardiola, tidak ada posisi yang sesuai dengan kompetensi Martinez saat ini. Jika masih mau menjadi bagian dari tim utama Bayern Muenchen, Martinez harus rela “dimutasikan” menjadi bek tengah. Suka tidak suka, Martinez harus menyesuaikan diri dengan strategi Guardiola.

Sepakbola memang hanya urusan menggiring, mengoper, menendang, menyundul dan khusus kiper juga menangkap bola. Meskipun hanya “memindahkan” bola, kompetensi yang dibutuhkan untuk setiap posisi dalam sebuah kesebelasan adalah unik dan khusus.

Meskipun bisa menangkap bola, dengan tubuhnya yang relatif mungil, Messi sudah pasti tidak bisa diandalkan sebagai kiper. Di FC Barcelona, Javier Mascherano yang bermain di posisi gelandang ternyata tidak terlalu sukses ketika dipaksa menjadi bek tengah. Postur tubuh Mascherano kurang menunjang untuk menghadapi bola-bola atas dan ia juga tidak terlatih menghadapi bola-bola silang.

Salah satu perubahan posisi yang berhasil dilakukan adalah gagasan Jose Mourinho menempatkan Sergio Ramos menjadi bek tengah. Selama bertahun-tahun Ramos menempati posisi bek kanan dan tidak tergantikan oleh siapapun, baik di Real Madrid maupun di timnas Spanyol.

Perubahan posisi Ramos bukan tidak mengandung risiko. Sebagai bek sayap, kompetensi Ramos adalah bertahan dan sekaligus memiliki naluri yang kuat untuk menyerang. Bek sayap (wing back) cenderung bermain dengan bola-bola bawah (karena itu tinggi badan bek sayap biasanya lebih pendek dibandingkan dengan bek tengah). Sedangkan bek tengah harus bermain dengan bola-bola atas dan bawah. Arah bola datang dari berbagai arah. Naluri bertahan bek tengah harus lebih dominan ketimbang naluri menyerang. 

***

Fleksibilitas dan kesiapan menghadapi perubahan tidak lagi menjadi konsumsi bangsa, masyarakat, organisasi, dan kelompok sosial, melainkan sudah menjadi tantangan yang juga dihadapi oleh setiap individu.

Di beberapa organisasi, sejak rekrutmen dan seleksi calon karyawan, kompetensi menghadapi perubahan (fleksibilitas, kesediaan, kemampuan, dan kesiapan) sudah ditekankan menjadi salah satu persyaratan penting. Tidak bermanfaat banyak jika suatu organisasi memiliki fleksibilitas dan kesiapan yang relatif baik menghadapi perubahan, tetapi tidak didukung oleh fleksibilitas dan kesiapan karyawan menghadapi perubahan.

Fokus dari sebuah perubahan adalah manusia. Secara filosofis, teori, dan konsep, semua sepakat bahwa seyogyanya manusia menjadi subyek perubahan dan dilibatkan dengan perubahan. Idealnya, melibatkan manusia dalam proses perubahan sudah dimulai sejak identifikasi gagasan perubahan. Tidak hanya untuk menumbuhkan sense of belonging terhadap perubahan, tetapi juga untuk menyadarkan terhadap konsekuensi dari suatu perubahan.

Mulut Jose Mourinho mungkin ketus dan judes, sikap dan perilakunya pun cenderung arogan. Tetapi Mourinho adalah orang yang siap menjelaskan perubahan dan strategi yang diterapkannya kepada setiap pemain. Untuk Fernando Torres yang sudah terbukti tidak produktif pun Mourinho masih bersikap manusiawi dan bersedia merubah gaya bermain Chelsea. Tujuannya adalah membantu Torres nyaman bermain sehingga dapat lebih berperan, memberikan kontribusi, dan menunjukkan kinerja untuk tim. Nasib Torres ditentukan oleh dirinya sendiri. Jika setelah difasilitasi dan dibantu tidak juga memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi tim, sejatinya Torres sendiri yang telah bertindak dzalim.

Tidak ada jaminan bahwa perubahan akan berhasil. Meskipun rencana, sasaran, strategi implementasi, dan pengendalian implementasi sudah disusun secara matang, tetap tidak ada jaminan bahwa perubahan akan berhasil. Demikian juga penempatan manusia sebagai subyek perubahan dan melibatkan manusia dalam perubahan sejak tahap brainstorming, tidak berarti perubahan akan berhasil.

Sebuah perusahaan multinasional dari Jepang yang bergerak di bidang elektronik berusaha mengubah sistem dan proses produksi yang diterapkan di pabriknya di kawasan industri Cibitung. Menurut hasil penelitian, hasil produksi dengan cara karyawan berdiri ternyata lebih efisien, efektif, dan produktif ketimbang dengan cara karyawan duduk.

Gagasan perubahan proses produksi dari duduk menjadi berdiri ternyata layu sebelum berkembang. Paling banter gagasan perubahan hanya mencapai rencana perubahan, belum tahap implementasi. Karyawan kompak menentang rencana perubahan. Berbagai diskusi, dialog, perundingan, mediasi dan sebagainya selalu berujung jalan buntu. Pameo bahwa “kalau sudah duduk lupa berdiri” diyakini sebagai kebenaran mutlak. Singkat kata, perusahaan multinasional asing itu hengkang dari Indonesia.

Sayonara!

Tampak Siring, 13 Agustus 2013

 
Leave a comment

Posted by on September 4, 2013 in Selasar

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: