RSS

Mannheim

07 Sep

Ada 2 ciri utama Mannheim yang membedakannya dengan sebagian besar kota-kota di Jerman. Pertama, Mannheim “dibelah” atau “diapit” oleh 2 sungai, yaitu sungai Rhein dan sungai Neckar. Sungai Rhein menjadi pembatas antara Mannheim dengan kota Ludwigshafen (kota kelahiran mantan Kanselir Jerman (Barat) dan Jerman bersatu Helmut Kohl). Kedua, tata kota Mannheim sebagian besar berbentuk bujur sangkar sehingga Mannheim mendapat julukan “die Quadratestadt” (“city of the squares“). Selain Mannheim, tak ada satupun kota di Jerman yang memiliki tata kota berbentuk bujur sangkar.

 

Kedua ciri utama tersebut dapat menjadi “pintu masuk” untuk mengenali lebih jauh tentang Mannheim. Apa fungsi dari sungai di Mannheim? Mengapa kota Mannheim berbentu bujur sangkar?.  Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, maka kita mesti kembali ke masa lalu dan menengok sejenak sejarah kota Mannheim.

 

Mannheim adalah kota industri. Seperti Ludwigshafen yang juga kota industri, Mannheim memanfaatkan sungai Rhein sebagai jalur distribusi logistik, termasuk hasil-hasil industri. Di era Nazi berkuasa, kedudukan Mannheim sebagai kota pusat industri  semakin bertambah penting. Tetapi kedudukan penting yang disandang Mannheim di bidang industri justru membawa penderitaan bagi kota dan penduduk Mannheim.

 

Di era perang dunia kedua, Mannheim  harus  rela dibom oleh pasukan sekutu sampai luluh lantak. Kota Mannheim yang saat ini eksis adalah “imitasi”. Mannheim dibangun kembali, sebagian bangunan penting di masa lalu yang hancur dibangun kembali, dan sebagian lagi sama sekali baru. Itulah sebabnya, mengapa tata kota Mannheim  berbentuk bujur sangkar.

 

Sejak perang dunia kedua tentara Amerika Serikat mendirikan barak militer di Mannheim dan keberadaanya masih berlangsung sampai dengan tahun 2011. Keberadaan orang-orang Amerika Serikat di Mannheim memberikan pengaruh kepada pembangunan kembali kota Mannheim. “BRR” atau Badan “Rehabilitasi dan Rekonstruksi” membangun kembali Mannheim dengan “cita rasa” Amerika Serikat.

 

Di bidang pendidikan, Universitas Mannheim tidak terlalu terkenal. Tetapi jangan terlalu menganggap remeh universitas di Jerman. Meskipun nama-nama universitas-universitas tidak begitu familiar terdengar di telinga orang-orang Indonesia (terutama bila dibandingkan dengan universitas-universitas di Amerika Serikat), mutu lulusan dijamin OK. Mantan orang nomor 1 di SKK Migas yang baru-baru ini dicokok KPK juga lulus dari Technische Universitaet, Clausthal Jerman.

 

Bagaimana dengan reputasi Universitas Mannheim. Coba kita bandingkan dengan dengan universitas di Indonesia untuk 1 bidang pendidikan saja. Di Uni. Mannheim, mata pelajaran financial behavior sudah diajarkan di tingkat strata 1. Sedangkan di Indonesia, financial behavior adalah menu utama mahasiswa pasca sarjana. Masih nggak percaya? Baca deh promosi Mannheim Business School di laman http://www.mannheim-business-school.com/home.html : “Mannheim Business School (MBS) is Germany’s leading business school and consistently holds top ranking positions.”


Meskipun sebagai kota industri, Mannheim masih tetap Umwelt freundlich (ramah lingkungan) dan “BERAMAL” : BERsih, Aman, nyaMAn, dan Lancar. Hampir semua kota-kota di Jerman memenuhi kriteria “beramal”. Bukan hanya Mannheim, melainkan juga kota industri seperti Wolfsburg yang menjadi “markas besar” produsen mobil Volks Wagen layak disebut “beramal”. Bahkan, kota pelabuhan seperti Hamburg dan “mantan” kota pelabuhan tempo doeloe Bremerhaven juga layak menyandang sebutan “beramal”.

 

Dari segi transportasi darat, mobilitas manusia dan barang relatif sangat lancar di Mannheim. Sistem transportasi darat semua tersedia di Mannheim, mulai dari bis kota, trem, kereta api, dan kendaraan pribadi. Tidak ada kemacetan di Mannheim. Sistem transportasi yang sangat baik di Mannheim menjadikan mobilitas manusia dan barang menjadi sangat lancar.

 

Saat mengunjungi Paris, saya start dari Mannheim dan  hanya butuh waktu 5 jam untuk mencapai Paris. Demikian juga saat berkunjung ke Belanda (Amsterdam, Rotterdam, dan Volendam), saya juga start dari Mannheim dan hanya dalam waktu kurang lebih 3 jam sudah “menembus” perbatasan Jerman – Belanda.

 

Jika anda senang berpelesiran dan bermaksud mengunjungi wilayah Jerman sebelah barat daya, Mannheim adalah (salah satu) kota yang layak menjadi titik start. Jika menggunakan kendaraan bermotor (sewa mobil maupun naik bis), dari Mannheim tidak terlalu jauh untuk menjangkau negara-negara perbatasan Jerman di sebelah barat, seperti Luxemburg, Perancis, Belgia, dan Belanda.

 

Bahkan, untuk berkunjung ke negara-negara Eropa lain, Mannheim masih bisa diandalkan. Dari Mannheim menuju ke bandara Frankfurt-Hahn hanya membutuhkan waktu 1 jam 30 menit. Dari Frankfurt-Hahn anda bisa terbang dengan maskapai penerbangan murah meriah ke seluruh negara di Eropa Barat dan Eropa Timur, terutama yang telah menjadi anggota Europe Union.

 Bild

Foto diunduh dari http://www.wikimedia.org

Kecuali sungai dan tata kota yang berbentuk bujur sangkar sebagai ciri utama kota, Mannheim juga dikenal sebagai “tuan rumah” dari beberapa penemuan besar, tidak hanya untuk bangsa dan negara Jerman, melainkan juga seluruh umat manusia. Laman www.en.wikipedia.org  merangkum beberapa penemuan spektakuler yang pernah terjadi di Mannheim sebagai berikut :

  • Karl Drais built the first two-wheeled draisine in 1817.
  • Karl Benz drove the first automobile on the streets of Mannheim in 1886. At his workshop in Mannheim he produced a lightweight three-wheeled vehicle powered by a single cylinder petrol/gasoline-fueled engine, first shown in public during 1886. This powered tricycle subsequently came to be widely regarded as the first automobile/motor car powered by an internal-combustion engine. Karl’s wife Bertha Benz undertook the world’s first road trip by automobile from Mannheim to Pforzheim in August 1888.
  • The Lanz Bulldog, a popular tractor with a rugged, simple Diesel engine was introduced in 1921.
  • Karl Benz developed the world’s first compact diesel-powered car at the Benz & Cie. motor works in Mannheim during 1923
  • Julius Hatry built the world’s first rocket plane in 1929.

Kecuali menjadi kota kelahiran beberapa penemuan, “putra daerah” terbaik Mannheim juga mengharumkan bangsa dan negara Jerman. Salah satu putra daerah Mannheim adalah Steffi Graf, petenis pertama putri yang meraih gelar golden slam (menjadi juara di 4 turnamen grandslam : Australia Open, French Open, Wimbledon, dan US Open pada satu tahun kalender kejuaraan tenis). Graf adalah petenis putri yang meraih juara grandslam terbanyak (22 gelar), terbanyak di era tenis terbuka.   “Putri daerah” lain adalah Constanze yang memenuhi pinangan sebagai istri dari Wolfgang Amadeus Mozart.

 Bild

Foto diunduh dari http://www.sporteology.com

Dari segi wisata, Mannheim relatif kurang dibandingkan dengan kota-kota wisata lain di Jerman. Mannheim memang lebih menonjol sebagai kota bisnis dan kota industri ketimbang kota wisata. Beberapa perusahaan besar seperti Daimler AG, Hoffmann – La Roche, Fuchs Petrolub AG dan beberapa perusahaan lain memiliki pabrik dan atau kantor di Mannheim. Kecuali itu, bagi wisatawan yang suka berjalan-jalan dengan di taman terbuka dapat mengunjungi Luisenpark.

 

Tidak banyak tempat-tempat wisata yang ada di Mannheim. Mannheim Schloss (Istana Mannheim) –  saat ini menjadi ruang kuliah universitas Mannheim dan memiliki ruang terbuka yang sering digunakan menjadi tempat pentas musik dan kegiatan publik lainnya – memiliki desain arsitektur yang relatif sederhana.

 

Tetapi pengunjung wajib mengunjungi landmark kota Mannheim, yaitu wasserturm (water tower). Demikian juga kota tua di Mannheim yang ditata sebagaimana kota-kota tua di Jerman, pengunjung dapat mengunjungi eks gedung balaikota, Sebastian Church, dan pasar tradisional.

 

Meskipun dari tidak banyak memiliki obyek wisata yang menarik, saya cukup senang tinggal di Mannheim. Bahkan, dari segi waktu, saat di Jerman saya paling lama tinggal di Mannheim (kurang lebih 4,5 bulan) untuk belajar bahasa Jerman. Itulah sebabnya, jika ditanya oleh orang-orang Jerman yang tinggal di Mannheim, saya sering “membual” : “Mannheim ist meine zweite Heimat”.

 

Tampak Siring, 21 Agustus 2013

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: