RSS

If Tomorrow Never Comes

26 Oct

Istri saya suka banget lagu “If Tomorrow Never Comes” yang dilantunkan oleh Barry Manilow. Saya juga suka lagu tersebut, tetapi menurut pendapat subyektif saya Ronan Keating lebih menunjukkan greget membawakan lagu itu. Tetapi, sejatinya, bukan lagu itu yang menarik perhatian saya. Saya lebih tertarik pada judul lagu If Tomorrow Never Comes.

Apa yang bisa kita lakukan “If Tomorrow Never Comes”?. Tidak ada. Kalau besok tidak ada lagi, berarti sudah “tutup buku”. Dalam bahasa agama, if tomorrow never come berarti kiamat kecil. Tetapi manusia masih bisa melakukan banyak hal sebelum tomorrow never comes. Benar, urip mung mampir ngombe (hidup hanya mampir minum). Atau dalam istilah Butet Kertarajasa, urip mung mampir ngguyu (hidup hanya sempat untuk ikutan tertawa). Intisari dari nasehat tersebut adalah betapa singkat kehidupan manusia.

Betapa cepat waktu berlalu. Waktu berjalan pelan tetapi pasti dan ketika sadar ternyata sudah dalam hitungan windu dan dasawarsa. Begitu terasa cepat waktu berlalu. Rasa-rasanya baru “kemarin” saya mulai bekerja, tetapi tanpa terasa saya sudah pensiun dari pekerjaan formal.

Dua tahun yang lalu, para sahabat di jurusan Sosiologi UGM mengadakan reuni 30 tahun. Saya tidak sempat hadir. Meskipun telah 3 dasa warsa tidak saling bertatap muka, seolah-olah mereka baru “kemarin” tidak pernah bertemu. Reuni itu memang tidak akan pernah lengkap, beberapa di antara kami sudah lebih dahulu menghadap Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Bulan Agustus yang lalu saya bertemu dengan para sahabat saya di perusahaan lama tempat saya dahulu bekerja. Sebagian besar tidak pernah bertemu dengan saya lagi lebih dari dua puluh tahun. Tetapi seolah-olah baru “kemarin” kami tidak bertatap muka. Saat saya bertanya Pak atau Ibu atau Mas atau Mbak “Anu” sekarang di mana, beberapa nama yang saya sebut ternyata sudah mendahului kami semua.

5 perkaraSumber : http://www.twicsy.com

Saya masih ingat saat-saat David Beckham, Gary Neville, Paul Scholes, Nicky Butt mulai masuk tim senior Manchester United sekitar 20 tahun yang lalu. Saya masih ingat tendangan Beckham dari jarak jauh (dekat garis tengah lapangan sepak bola) memperdaya David Seaman, kiper nomor satu timnas Inggris saat itu. Tetapi kini Beckham, Neville, Scholes dan Butt semua sudah gantung sepatu. Seolah-olah, baru “kemarin” mereka malang melintang di liga utama Inggris.

Badai pasti berlalu, tetapi kapan berlalunya tidak tidak ada yang tahu. Tetapi waktu sudah pasti berlalu. Bagi manusia, pergantian waktu semakin mendekatkan kepada keadaan “if tomorrow never comes”. Secara umum, orang-orang yang sudah berusia lanjut memang relatif “lebih dekat” dibandingkan dengan keadaan if tomorrow never comes. Apa memang begitu?

Hampir tiap hari saya mendengar berita duka cita. Setelah sholat subuh, ada pengumuman dari mesjid di kompleks perumahan maupun di lingkungan kampung di sekitar perumahan, tentang seseorang yang telah meninggal. Saat shalat Dzuhur di sebuah masjid di bilangan Kebayoran Baru Jakarta, ada lagi berita duka cita.

Tidak semua yang meninggal tersebut adalah para manusia usia lanjut. Usia orang-orang yang meninggal tersebut sangat beragam, mulai dari orang-orang yang sudah berusia lanjut, orang-orang yang masih aktif bekerja, remaja, anak-anak, dan bahkan bayi. Apa maknanya?

Adalah kekeliruan besar jika kita beranggapan bahwa udzur sudah pasti manusia usia lanjut. Tidak benar bahwa bayi, remaja, pemuda, orang tua, bukan tergolong udzur. Sejatinya, setiap orang dan semua orang dalam keadaan udzur dan dekat kematian. Karena tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan akan mati, dan kematian bisa setiap saat menghampiri siapa saja, maka sejatinya setiap orang dalam keadaan udzur.

Tampak Siring, 20 Oktober 2013

 
Leave a comment

Posted by on October 26, 2013 in Selasar

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: